Dark/Light Mode

Gubernur Ansar Minta Singapura Buka Akses Warganya Masuk Ke Kepri

Kamis, 14 Oktober 2021 12:11 WIB
Wisatawan domestik berkunjung ke Lagoi, Bintan, Kepri saat masa pandemi COVID-19. (Antara/Ogen)
Wisatawan domestik berkunjung ke Lagoi, Bintan, Kepri saat masa pandemi COVID-19. (Antara/Ogen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad meminta Pemerintah Singapura melalui Wakil Menteri Bidang Luar Negeri dan Pendidikan Singapura, Mohammad Maliki Bin Oesman agar membuka akses masuk masyarakat Singapura ke wilayah tersebut.

Menurutnya, hal itu penting untuk menjadi perhatian Pemerintah Singapura sebagai negara yang berdekatan langsung dengan Indonesia, khususnya Kepri. Apalagi selama ini hubungan kerja sama antara kedua negara sudah berjalan baik, terutama dalam dunia pariwisata.

Permintaan Gubernur ini berkaitan erat dengan rencana program travel bubble di wilayah Kepri, terutama untuk objek wisata Lagoi di Kabupaten Bintan dan Nongsa Marina di Kota Batam.

Baca Juga : RI-Jepang Perpanjang Kerja Sama Swap Rupiah-Yen

"Presiden Jokowi kembali membuka travel bubble untuk Kepri dan Bali. Kita sudah mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan, termasuk konsep karantina wilayah di Batam dan Bintan," kata Gubernur dalam komunikasinya melalui video conference dengan Mohammad Maliki Bin Oesman dikutip Antara, Kamis (14/10).

Gubernur berharap kepada Maliki agar Indonesia dapat menjadi pembahasan Pemerintah Singapura, terkait travel bubble atau kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya ke Kepri.

Ansar juga memastikan kondisi Covid-19 di daerah sudah mulai membaik, di mana capaian asesmen yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan per 13 Oktober 2021 bahwa angka positive rate di Kepri telah mencapai 0,3 persen, BOR 3.01 persen, konfirmasi kasus harian juga sudah di angka satu digit.

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Perumahan, Ekosistem Industri Properti Perlu Dibenahi

Selain itu, tracing rata-rata 20 orang dari satu orang yang terkonfirmasi postif Covid-19. "Saat ini, Kepri juga sudah berada di PPKM Level 1 berdasarkan assesment levelisasi. Saya rasa semua syarat yang dibutuhkan untuk Kepri sudah terpenuhi, dan kita sudah sangat siap untuk untuk menerima wisman," papar Gubernur.

Politisi Golkar itu juga berterima kasih atas bantuan yang sudah diberikan oleh Pemerintah Singapura berupa dosis vaksin Astrazeneca yang cukup membantu mempercepat pencapaian target vaksinasi di Kepri.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Singapura, Maliki Bin Oesman mengapresiasi atas capaian penanganan Covid-19 di Kepri yang penurunannya sangat signifikan dan membaik

Baca Juga : WHO Galau Izinkan Rusia Join COVAX

Menurutnya untuk membuka akses wisman antara Indonesia dan Singapura, khususnya wilayah Kepri akan dibahas kembali di internal Pemerintah Singapura.

"Kementerian Kesehatan dan Pariwisata Singapura juga menindaklanjuti dengan mengecek data-data perkembangan Covid-19 di Indonesia, khususnya Kepri," ucapnya.[MFA]