Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasih Uang Segepok

Ma’ruf Dipuja Orang Papua

Jumat, 15 Oktober 2021 07:40 WIB
Wapres Ma’ruf Amin memberikan uang ke pedagang di pinggir jalan yang berjualan pinang dan buah-buahan, saat blusukan ke Manokwari, Papua Barat, Kamis (14/10/2021). “Bagi-bagi ya,” pesan Wapres ke pedagang yang menerima uang darinya. (Foto: Istimewa)
Wapres Ma’ruf Amin memberikan uang ke pedagang di pinggir jalan yang berjualan pinang dan buah-buahan, saat blusukan ke Manokwari, Papua Barat, Kamis (14/10/2021). “Bagi-bagi ya,” pesan Wapres ke pedagang yang menerima uang darinya. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kiai Ma’ruf Amin untuk pertama kalinya menginjakan kakinya sebagai Wakil Presiden ke tanah Papua. Tak hanya ngecek sini, ngecek sana, di Bumi Cenderawasih itu, Ma’ruf bagi-bagi duit ke pedagang buah-buahan. Ma’ruf pun dipuji orang Papua.

Kemarin, Ma’ruf terbang ke Papua. Ma’ruf ke Papua untuk melanjutkan tugasnya mengentaskan kemiskinan ekstrem. Dia mendapat tugas dari Presiden Jokowi mengentaskan kemiskinan ekstrem di 7 provinsi dan 35 kabupaten/kota.

Berita Terkait : Ma’ruf Nanggung Beban Maha Berat

Ma’ruf dan istri, Ibu Wury, serta rombongan, berangkat dari Bandara Pattimura, Ambon menuju Manokwari, Papua Barat dengan menggunakan pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-400 TNIAU. Ma’ruf berangkat pukul 08.00 WIT.

Rombongan Ma’ruf tiba di Bandara Rendani Manokwari sekitar pukul 11.30 WITSetibanya di lokasi, Ma’ruf beserta rombongan langsung disambut Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan beserta Ibu Juliana. Hadir juga Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Papua Barat.

Berita Terkait : Keracunan Alkohol Ilegal Di Rusia, Puluhan Orang Tewas

Selanjutnya, Ma’ruf bergegas menuju Gedung PKK, Kompleks Kantor Gubernur Papua Barat untuk memimpin Rapat Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, serta Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di lima Kabupaten Sasaran Prioritas.

Dalam rapat tersebut, Ma’ruf mengatakan, pembangunan wilayah Papua harus memberikan perubahan dan bisa langsung dirasakan oleh orang aslinya. “Percepatan pembangunan wilayah Papua harus memberikan perubahan nyata dan hasilnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya, khususnya bagi orang Asli Papua,” kata dia.

Berita Terkait : Salah Taro Sepatu, Istri Digugat Suami

Ma’ruf mengakui, untuk mewujudkan target tersebut bukanlah perkara mudah. Karena terdapat tantangan-tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu, diperlukan strategi khusus dan sinergi lintas sektor untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem di Papua Barat. “Tantangan yang kita hadapi adalah keterbatasan waktu, tahun 2021 yang tinggal kurang dari tiga bulan,” kata Ma’ruf.
 Selanjutnya