Dark/Light Mode

Urus Kemiskinan

Ma’ruf Nanggung Beban Maha Berat

Kamis, 14 Oktober 2021 07:50 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem kabupaten prioritas Provinsi Maluku, di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Ambon, Maluku Utara, Rabu (13/10/2021). (Sumber: BPMI Setpres)
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem kabupaten prioritas Provinsi Maluku, di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Ambon, Maluku Utara, Rabu (13/10/2021). (Sumber: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wapres KH Ma’ruf Amin menanggung beban yang maha berat. Dia mendapat tugas mengurus kemiskinan ekstrem.

Setelah mengunjungi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, kemarin giliran Maluku yang disambangi Ma’ruf untuk urus kemiskinan ekstrem. Ma’ruf yang didampingi istri Wury Estu Handayani beserta rombongan, terbang menggunakan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara.

Baca Juga : Dubes Adam Tugio Gelar Pameran Batik Di Mall Termewah Islamabad

Mereka bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 07.00 WIB dan tiba pukul 12.25 WIT di Bandara Pattimura, Ambon. Ma’ruf tampil mengenakan setelan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam.

Setibanya di lokasi, Ma’ruf dan rombongan disambut Gubernur Maluku, Murad Ismail dan istri serta perwakilan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku.

Baca Juga : Jangan Tanya Soal Capres, Anies Lagi Sibuk Urus Hujan

Selanjutnya, eks Ketua Umum MUI itu langsung menuju ke Kantor Gubernur Maluku untuk memimpin Rapat Koordinasi tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Lima Kabupaten di Maluku. Di antaranya Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur dan Maluku Barat Daya.

Dalam rapat yang berlangsung lebih dari 2 jam itu, Ma’ruf menyoroti penyaluran bantuan program penanggulangan kemiskinan masih belum berjalan optimal. Karena masih ada data rumah tangga miskin ekstrem yang tidak sesuai, sehingga para penerima bantuan tidak tepat sasaran. “Tantangan terbesar kita adalah bagaimana bantuan tersebut harus tepat sasaran,” kata Ma’ruf.

Baca Juga : Pria Nekat Foto Dekat Induk Beruang, Dipenjara

Ma’ruf mengungkapkan, program penanggulangan kemiskinan ekstrem merupakan arahan langsung dari Presiden Jokowi. Kepala Negara mendesak agar program ini dapat diselesaikan hingga 2024.

Untuk mengentaskan kemiskinan di Maluku, kata Ma’ruf, akan mengoptimalkan program Pemprov Maluku yang sudah ada, seperti program bansos dan program pemberdayaan masyarakat.
 Selanjutnya