Dark/Light Mode

Empat BUMN Kepelabuhan Resmi Menyatu

7 Tahun Menanti, Jokowi Mau Pelindo Masuk 8 Besar Dunia

Jumat, 15 Oktober 2021 06:50 WIB
Presiden Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (14/10/2021). (Foto: Dok. Kementerian BUMN).
Presiden Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (14/10/2021). (Foto: Dok. Kementerian BUMN).

 Sebelumnya 
Menurut dia, dengan dilakukannya merger ini, dapat mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat melalui konektivitas maritim di seluruh Indonesia. Termasuk membantu menurunkan biaya logistik secara bertahap. Hingga akhirnya daya saing BUMN pelabuhan semakin meningkat di tingkat global.

Apalagi, penggabungan ini juga memudahkan koordinasi dalam pengembangan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sekitar pelabuhan. Yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan perekonomian daerah.

Penggabungan ini juga bisa menambah kesempatan perusa­haan untuk go global. Karena meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke delapan di dunia. Dengan total through­put peti kemas pada 2019 sebe­sar 16,7 juta Teus (Twent foot equivalent unit).

Baca juga : Pelindo Diramal Masuk 5 Besar Pemain Global

“Dengan melakukan merger, artinya menyatukan sumber daya keuangan, ada peningkatan leverage dan memperkuat permoda­lan perusahaan,” akunya.

Suhartono menegaskan, maju tidaknya industri kepelabuhan bukan digaungkan oleh Pelindo sendiri, tetapi juga dukungan dari antara stakeholder pelabuhan. Seperti Pemerintah Daerah (Pemda), Pemerintah Pusat dan pelaku usaha serta pihak terkait lainnya.

“Untuk itu, kami mohon du­kungan agar Pelindo mewu­judkan visi menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia,” harapnya.

Baca juga : Keputusan Resmi Rakernas, PAN Gabung Koalisi Pemerintah

Setelah merger, Pelindo mem­bentuk empat subholding, yakni PT Terminal Petikemas Indone­sia yang membidangi urusan ter­minal peti kemas, lalu PT Pelindo Multi Terminal yang bertang­gung jawab menangani barang di luar peti kemas.

Kemudian, PT Pelindo Jasa Maritim yang akan mengelola se­luruh aktivitas penunjang terkait kemaritiman, seperti jasa tunda dan labuh. Serta PT Pelindo Solusi Logistik, yang bertanggung jawab atas penunjang aktivitas pelabuhan lainnya.

“Dewan direksi dan komisaris empat subholding sudah dibentuk pemegang saham ber­dasarkan tugas masing-masing,” katanya, Rabu (13/10).

Baca juga : Angka Kematian Harian Turun Hingga 532, DIY Masuk 3 Besar

Ada pun susunan direksi da­lam PT Pelindo yakni, Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono, Wakil Direktur Utama Hambra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mega Satria, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Ihsanuddin Usman, Direktur Strategi Prasetyo, Direktur Investasi Boy Robyanto dan Direktur Pengelola Putut Sri Muljanto.

Sementara, posisi Komisaris Independen sekaligus Pelak­sana Tugas (Plt) Komisaris Utama dijabat Marsetio, didampingi dua Komisaris Indepen­den, yakni Irma Suryani Cha­niago dan Heru Sukanto. Serta empat Komisaris, yaitu Antonius Ranier Haryanto, R Agus H Purnomo, Didi Sumedi dan Sudung Situmorang. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.