Dark/Light Mode

Di Akhir Tahun Ini

Tenaga Kesehatan Yang Gugur Semoga Tak Pernah Ada Lagi...

Senin, 18 Oktober 2021 07:20 WIB
Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi. (Foto: Istimewa)
Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ledakan kasus Corona pada Juli lalu harus menjadi pelajaran penting. Saat itu, banyak korban jiwa berjatuhan. Jangan sampai, kejadian itu terulang lagi pada akhir tahun ini.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi tak bosan mengingatkan masyarakat, agar kewaspadaan terhadap penularan virus dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes) jangan sampai ditinggalkan.

Kepatuhan dalam menjalani prokes, bisa mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19, yang diiprediksi terjadi di akhir 2021 hingga pertengahan Januari. “Tentu semuanya berharap ke depan nanti sampai di Desember semoga tidak ada peningkatan kasus Covid-19 dalam 3 bulan,” harap Adib, dikutip dari webinar akhir pekan, kemarin.

Berita Terkait : Stabilkan Harga, Kementan Serap Telur Peternak Rakyat

Sekalipun sudah banyak masyarakat yang telah divaksin hingga dua dosis, prokes tetap harus dijalankan dengan disiplin. Soalnya, virus ini bisa melahirkan varian baru.

Mutasi virus, bisa jadi lebih ringan atau pun lebih mematikan. Kemungkinan ini, tak bisa dianggap enteng atau remeh. “Tetap jalankan perlindungan diri. Semoga tidak ada lagi teman sejawat, guru-guru kita yang meninggal saat terjadi lonjakan kasus nanti,” harapnya.

Adib berpendapat, Indonesia sebetulnya sudah melewati gelombang ketiga Covid-19 pada Juli lalu. Sedangkan gelombang kedua, menurutnya, terjadi pada Agustus tahun lalu.

Berita Terkait : Jakarta Nol Kematian, Semoga Nular Ke Daerah Lain...

Jika Desember mendatang tak ada lonjakan kasus Covid-19, maka pendapat itu benar.

“Kita lihat bulan ke depan nanti. Jika sampai Desember nanti nggak ada kenaikan, maka sepertinya Indonesia memang sudah mengalami gelombang ketiga,” jelas Adib.

Dia juga mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi masuknya varian baru. Mengingat, penerbangan internasional dan pariwisata sudah mulai dibuka.
 Selanjutnya