Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menkes Waspadai Varian Corona AY.4.2 Dari Inggris

Senin, 25 Oktober 2021 22:50 WIB
Menkes, Budi Gunadi Sadikin
Menkes, Budi Gunadi Sadikin

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan terus memonitor dan mewaspadai masuknya varian Covid-19 baru di Indonesia. Termasuk memantau masuknya varian AY.4.2 asal Inggris. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (25/10)  

“Kami sudah lihat bahwa di Inggris ada satu varian yang berpotensi mengkhawatirkan, yaitu AY.4.2 yang belum masuk di Indonesia, yang sekarang terus kami monitor perkembangannya seperti apa,” ujar Menkes. 

Budi menambahkan, varian yang merupakan turunan dari varian Delta ini menyebabkan peningkatan kasus konfirmasi yang cukup signifikan di Inggris, sejak Juli sampai Oktober tahun ini. 

Berita Terkait : Kasus Covid-19 Melonjak Di Jerman Dan Inggris

“Kita juga melihat bahwa beberapa negara di Eropa kasusnya meningkat terus,” imbuhnya. 

Lebih lanjut Menkes menyampaikan, saat ini Pemerintah juga fokus mencegah peningkatan kasus Covid-19 yang berpotensi terjadi pada libur Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 mendatang.

“Arahan Presiden agar dipastikan jangan sampai di acara atau di waktu Nataru (Natal dan Tahun Baru) terjadi lonjakan gelombang berikutnya,” ujar Menkes. 

Budi menambahkan, pengendalian Covid-19  saat Nataru ini akan sangat mempengaruhi penyelenggaraan berbagai ajang besar yang akan dilaksanakan di Tanah Air. 

Berita Terkait : Wanda Nara, Kena Karma Diselingkuhi

“Akan ada banyak acara-acara penting tahun depan, seperti G20 yang sangat bergantung kepada kepercayaan pimpinan-pimpinan dunia. Bagaimana Indonesia bisa menangani kondisi pandemi, terutamanya di Nataru ini. Kalau ada lonjakan, akan sangat mengganggu kehadiran mereka dan suksesnya acara tersebut,” ujarnya. 

Budi menegaskan, bahwa Pemerintah terus memonitor situasi pandemi di seluruh wilayah di Tanah Air. 

“Kita juga memonitor seluruh kabupaten dan kota yang ada di Indonesia dalam kurun waktu empat minggu terakhir. Kalau dibandingkan Juli, semuanya turun, dalam empat minggu terakhir ada 105 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang tersebar di 30 provinsi yang kasusnya mulai menunjukkan peningkatan dalam dua minggu terakhir,” ujarnya. 

Meskipun hasil pemantauan menunjukkan situasi pandemi berada pada level yang terkendali dan dalam batas yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO, Menkes menegaskan bahwa pemerintah terus berhati-hati dan tetap waspada. 

Berita Terkait : Waspada, Kasus Harian Naik Nyaris 50 Persen Dibanding Kemarin

“Kita mencoba mengantisipasi secara lebih dini agar jangan sampai euforia yang berlebihan membuat kita jadi lengah, tidak waspada, dan kenaikan kasus di 105 kabupaten/kota ini kemudian menjadi tidak terkontrol karena kenaikannya menjadi sangat tinggi,” tegasnya. 

Menkes juga terus melakukan pelacakan tracing dan pengetesan diintensifkan. “Kami akan memastikan bahwa semua kontak erat harus dilakukan testing karena di situlah risiko terbesar dari penyebaran. Selain kasus konfirmasi, seluruh kontak erat harus dilakukan testingnya. Jadi protokol 3T-nya harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya. [MFA]