Dewan Pers

Dark/Light Mode

Presiden Tekankan Pentingnya Jurnalis Yang Bijak

Jumat, 29 Oktober 2021 20:30 WIB
Presiden Jokowi  saat membuka Kongres VI Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI secara  daring di Jakarta, Jumat (29/10). ANTARA/Indra Arief/am.
Presiden Jokowi saat membuka Kongres VI Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI secara daring di Jakarta, Jumat (29/10). ANTARA/Indra Arief/am.

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi berharap jurnalis dapat mempraktikkan "jurnalisme bijak" sehingga dapat menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya.

Hal itu disampaikan Presiden melalui sambungan konferensi video dalam acara Kongres VI Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang ditayangkan di kanal Youtube IJTI pada Jumat (29/10).

"Jurnalisme tidak sekedar fakta tetapi buka memperhitungkan dampak, tidak sekedar 'good journalism', tetapi juga 'wise journalism', jurnalisme yang bijak," kata Presiden.

Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para jurnalis televisi yang telah membantu Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 selama hampir 2 tahun.

Berita Terkait : PLN Jakarta Terjunkan 2.356 Personel Jaga Kelistrikan Di Musim Hujan

“Di masa pandemi kita semakin menyadari pentingnya informasi, masyarakat dibanjiri berbagai informasi terkait pandemi, infodemi datang dengan cepat dan jangkauan masif tapi dampaknya tidak kalah dahsyat dibandingkan pandemi itu sendiri," tambah Presiden.

Presiden mengungkapkan, di tengah banjirnya informasi, peran para jurnalis semakin penting.

"Menjadi suluh dari kegelapan, menjaga situasi tetap jernih, membangkitkan optimisme dan harapan dalam masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, saat ini pers harus mampu beradaptasi dengan cepat, gesit mengejar ketertinggalan, cepat mempelajari kompetensi baru, inovatif dalam menghadapi era disrupsi teknologi.

Berita Terkait : Bhinneka Life Gelar Edukasi Pentingnya Perlindungan Jiwa

"Kehadiran berbagai 'platform' media baru harus memacu para jurnalis lebih kreatif dan produktif, terus memperkuat value-nya sebagai penyebar informasi yang kredibel, meningkatkan kecermatan, menjaga independensi dan objektivitas," tambah Presiden.

Kehadiran platform media baru, menurut Presiden juga harus mendukung transformasi kemajuan bangsa.

"Kehadir media baru jangan dijadikan untuk menumpuk jumlah penonton, menumpuk jumlah 'subscriber', menumpuk jumlah 'like' atau pun sekadar 'clickbait', tetapi seharusnya bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat bangsa dan kemanusiaan," kata Presiden.

Selanjutnya, Jokowi menyatakan, Pemerintah akan terus memegang teguh komitmen untuk menjaga kemerdekaan pers, membuka ruang bagi insan pers untuk menyuarakan kepentingan publik, terbuka atau sikap kritis dan solutif mengawal berbagai kebijakan Pemerintah.

Berita Terkait : Dubes Inggris Owen Jenkins Ajak Jurnalis Kawal Komitmen Perubahan Iklim

"Saya juga menyadari begitu banyak kritikan kepada Pemerintah terutama terhadap hal-hal yang belum bisa kita selesaikan," ungkap Presiden.

Namun, menurut dia, kritik yang membangun itu sangat penting. "Pemerintah akan menjawab dengan pemenuhan tanggung jawab agar membuahkan hasil yang diharapkan untuk kepentingan rakyat," kata Presiden. [MFA]