Dark/Light Mode

Merger Operator Telekomunikasi Bikin Persaingan Bisnis Makin Sehat

Kamis, 28 Oktober 2021 17:06 WIB
Menara BTS. (Foto: Ist)
Menara BTS. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsolidasi bisnis melalui merger perusahaan makin marak. Sejumlah sektor perusahaan skala besar kerap menempuh strategi merger untuk mengkonsolidasikan bisnis guna menangkap peluang pertumbuhan pasca pandemi.

Korporasi swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memilih strategi merger, yang terbukti membuat kolaborasi bisnis makin solid dalam mengatasi persaingan di masa depan.

Sebut saja Gojek yang merger dengan Tokopedia, merger BUMN pelabuhan, hingga merger di sektor telekomunikasi.

Berita Terkait : Mendag: Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kawasan Bangkitkan Perdagangan Global

Ekonom Institut for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai, strategi merger menjadi salah satu pilihan terbaik untuk memperluas pangsa pasar, meningkatkan teknologi, dan efisiensi operasional. Terlebih, di zaman disrupsi digital saat ini yang mengedepankan kolaborasi.

"Merger juga dapat membawa efek positif berupa persaingan usaha yang makin sehat dan efisiensi operasional sehingga menguntungkan konsumen secara luas," ujarnya ketika dihubungi, Kamis (28/10).

Dengan strategi merger, akan tercipta kolaborasi kekuatan masing-masing korporasi guna mendorong pertumbuhan ke depan.

Berita Terkait : Praven/Melati Kepancing Permainan Lawan, Tim PBSI Gagal Tembus Final

Efisiensi operasional yang dihasilkan dari merger dapat membuat daya saing korporasi makin meningkat. "Dan ini terbukti memiliki efek positif di sektor bersangkutan," paparnya.

Nailul juga menyoroti sektor telekomunikasi yang marak melakukan merger. Antara lain antara XL Axiata dengan Axis, serta Indosat Ooredoo dengan Tri.

“Saya melihatnya merger yang terjadi di industri telekomunikasi membawa efek positif terhadap pengembangan industri ICT kita," imbuh Nailul.

Berita Terkait : 4 Rahasia Ini Bikin Racikan Teh Makin Nikmat

Apalagi, kini pengembangan 5G nasional hanya dikuasai salah satu operator. Merger ini diharapkan mampu membuat persaingan makin sehat.

"Sehingga pada akhirnya konsumen yang akan diuntungkan dari adanya peningkatan dan pengembangan industri telekomunikasi," harapnya.
 Selanjutnya