Dark/Light Mode

Tampil Keren Dan Irit

Keren Dan Irit BBM, Ganjar Siap Pasarkan Motor Listrik Dari Kudus

Rabu, 3 November 2021 22:14 WIB
Gubernur Jatweng, Ganjar Pranowo  jajal motor listrik asal Kudus.
Gubernur Jatweng, Ganjar Pranowo jajal motor listrik asal Kudus.

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali memamerkan motor listrik terbaru buatan Jawa Tengah (Jateng). 

Motor listrik dari perusahaan elektronik besar asal Kudus, Polytron dengan nama Evi ini akan segera dipasarkan.

“Ini keren, desainnya bagus. Buat motor kota-kota oke,” kata Ganjar usai menjajal Evo, motor listrik buatan anak bangsa itu., Rabu (3/11).

Ganjar mengatakan, sangat bangga karena ada satu karya lagi dari Jateng, motor listrik buatan Polytron. Dan ternyata, tidak hanya satu jenis, Polytron sudah menyiapkan berbagai jenis motor listrik.

Baca juga : Bollywood Rayakan 1 M Dosis Vaksin Covid-19

“Menurut saya bagus, desainya bagus dan ada berbagai jenis. Sekarang masih berkembang dan ini belum di-launching. Sebentar lagi di-launching,” ucapnya.

Menurut gubernur, bentuk produk motor listrik Polytron jauh lebih maju dan berkembang. Di seri motor yang lebih besar, desainya menarik dan terlihat lebih gagah.

“Rasa-rasanya kita mesti siapkan untuk berpindah dari motor berbahan bakar fosil ke elektrik. Jateng sudah memulai itu. Hari ini saya ke Polytron dan beberapa waktu lalu saya melihat produk lain yang juga sudah di-launching,” paparnya.

Sementara itu, CEO PT Hartono Istana Teknologi, Hariono mengatakan, pihaknya memutuskan membuat motor listrik sejak 2018 lalu. Hal itu dilakukan karena melihat potensi market motor listrik cukup besar.

Baca juga : IMI Siap Sponsori Pengembangan Motor Listrik BL-SEV 01

“Pemerintah mendorong untuk perubahan motor agar menjadi motor listrik. Saat ini yang sudah kami pasarkan baru satu tipe, kami akan kembangkan terus dan rencana tahun depan ada dua produk baru lagi yang kami launching. Untuk yang sekarang produknya bernama Evo, jelasnya.

Business Development PT Hartono Istana Teknologi, Christopher mengatakan, Evo memiliki spesifikasi power maksimal 3.000 watt. Maksimum speed 60 km per jam dengan baterai 1.740 WH.

“Dengan baterai seperti itu, kita bisa menempuh 60-70 km,” jelasnya.

Kelebihan motor listrik ini dibanding motor bahan bakar, menurut Christopher, banyak. Selain lebih irit, biaya perawatan nyaris tidak ada.

Baca juga : Ekonomi Kembali Bangkit, PLN Siap Sambut Lonjakan Konsumsi Listrik

“Motor bensin misalnya kegunaan saya pribadi, seminggu itu jalan sekitar 100 km dan bensin yang harus dibeli Rp 30 ribuan seminggu. Dengan motor ini, biaya saya hanya sekitar Rp 2.500-3.000 per minggu. Belum lagi biaya perawatan yang tidak ada. Karena tidak ada mesin, tidak perlu ganti oli. Bisa dibilang ini free maintenance. Hanya perlu pengecekan rutin, seperti rem, baut dan lainnya,” tutupnya. [MFA]


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.