Dark/Light Mode

Lupakan Corona dengan Mayoran dan Ngaliwet

Kamis, 24 September 2020 04:34 WIB
Ngopi - Lupakan Corona dengan Mayoran dan Ngaliwet
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Selama PSBB dan aturan #StayatHome atau #DirumahSaja diberlakukan, saya, anak, dan istri berada di Pasir Haok, Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sudah tiga bulan saya berada di desa yang sejuk, indah, dan damai ini. Insya Allah Corona tidak masuk ke sini. Aamiin.

Di desa ini, saya dan keluarga serta para tetangga sering mayoran dan ngaliwet. Mayoran adalah makan bersama "balakecrakan" menikmati nasi hasil ngaliwet yang kami sajikan di atas daun pisang. 

Berita Terkait : Perketat Jam Malam Di Kampung-kampung

Bosan mayoran di rumah terus, kami pun mencari lokasi baru. Untuk mengganti suasana, kami mayoran di tempat yang jauh dari rumah. Nama tempatnya Gaul Cikaso, di sana kami "ngariung" makan nasi liwet di pinggir salah satu sungai terbesar di Kabupaten Sukabumi, Sungai Cikaso. Lokasi ini dekat dengan hutan bambu, dan Bukit Batu, yang juga sudah terkenal di kalangan warga sebagai tempat berkumpul untuk mayoran.

Asoynya diiringi semilir angin sepoy-sepoy, suara burung berkicau, dan suara derasnya air sungai, membuat kami semakin merasa "pedo" dalam menikmati nasi liwet. Dengan pencok hiris, sambal goang, ikan asin, dan berbagai lalapan yang kami lumat tanpa ada sisa.  

Berita Terkait : Jokowi Trending Topic

Ngaliwet mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, yang sebenarnya adalah suatu nama yang digunakan untuk cara memasak nasi. Di berbagai daerah, mungkin terdapat perbedaan cara dan nama untuk ngaliwet. Ada yang memasaknya dengan ditambahi garam, minyak goreng, rempah-rempah, serai, santan, ikan asin ataupun bahan tambahan lain yang diletakkan di atas nasi saat dimasak. Sehingga nasi yang dimasak menjadi terasa gurih. Cara memasak seperti inilah yang kami lakukan di Pasir Haok, dan mungkin di tatar Sunda lainnya.

Di Pasir Haok, ngaliwet lebih dari sekadar memasak nasi. Tapi sebuah tradisi masyarakat dengan banyak sekali manfaat yang bisa diambil. Ngaliwet merupakan tradisi cara memasak dan mayoran adalah makan bersama yang sangat baik untuk membina kebersamaan, dan keakraban diantara sesama. Sementara untuk bahan ngaliwet yang dimasak, tergantung selera. Biasanya ketika akan memulai ngaliwet, para anggota akan patungan, untuk mendapatkan bahan makanan yang dibutuhkan. Sungguh suatu kebersamaan yang tiada tara. Saya dan keluarga serta para tetangga, sering merasakan kebersaman, dari tradisi mayoran dan ngaliwet ini. 

Berita Terkait : Minim Pengalaman

Suasana yang sangat hangat bisa berkumpul bersama dengan tetangga, saling bantu-membantu memasak, dengan diiringi canda dan tawa. Bagi saya, sejenak bisa melupakan kesedihan akibat Corona.

Hendrawan K. Wijaya, Wartawan Rakyat Merdeka