Dark/Light Mode

Geliat Pasar Malam

Minggu, 5 September 2021 06:24 WIB
Ngopi - Geliat Pasar Malam
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemberlakuan aturan untuk menunjukkan kartu sertifikasi vaksin bagi masyarakat yang ingin nge-mall dinilai sebagian kalangan menyulitkan pebisnis dan masyarakat itu sendiri. Tapi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), justru aturan itu membawa berkah tersendiri.

Kok bisa? Ribetnya aturan ini, bikin orang jadi malas lagi pergi ke mall. Makan, belanja atau sekedar kongkow-kongkow jadi berkurang. Kebiasaan itu sekarang beralih ke Pasar Malam. Karena di Pasar Malam, kita tidak akan ditanya sudah vaksin atau belum.

Nggak heran, setiap ada Pasar Malam, langsung ramai diserbu pengunjung. Ini juga yang saya lihat dan alami langsung di Pasar Malam yang terletak di Pasar Lama Kota Tangerang. Reza-salah seorang pengunjung bilang, sekarang lebih asyik ke Pasar Malam ketimbang mal.

“Di sini tidak ribet yang penting taat prokes saja,” ungkap Reza.

Berita Terkait : Kebagian Covid Juga

Kawasan Pasar Lama Kota Tangerang memang terkenal dengan beragam kulinernya. Maka tak jarang tempat ini jadi alternatif bagi masyarakat untuk berkumpul. Apalagi, kata Reza, kulineran di Pasar Malam di sini, tak kalah asyik dengan mengunjungi mall.

“Di sini seru aja kumpul, ramai dan harga makanannya sangat terjangkau,” ujarnya.

Di tempat lain Pasar Malam yang menjajakan pakaian seperti di Kawasan Dumpit juga cukup ramai. Kondisi makin ramai saat mall memberlakukan syarat kartu vaksin bagi pengunjung.

“Sejak diberlakukan kartu vaksin untuk masuk mall, pasar jadi ramai ya. Semoga saja terus begini,” kata Rizal, pedagang pakaian di pasar malam Dumpit.

Berita Terkait : Bocah Wanita Penjual Mawar

Rizal menyebutkan, pendapatannya juga semakin meningkat, walau masih ada pembatasan jam buka Pasar Malam.

“Memang sih dibatasi sampai jam 8 malam, tapi, ya Alhamdulillah pendapatan meningkat,” ungkapnya.

Namun Rizal menuturkan, tak jarang pula masyarakat yang takut keluar karena virus Corona masih menghantui. “Tapi asalkan jaga prokes, saya rasa tak perlu khawatir,” katanya.

Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan masyarakat bisa menjalani kehidupannya secara normal. Tidak dihantui ketakutan akan terpapar virus mematikan tersebut, Amin.

Berita Terkait : Beli Mobil Dahulu, Rumah Ngontrak Aja

Seperti kita ketahui, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berimbas kepada perekonomian Indonesia. Faktor ekonomi menjadi pendorong masyarakat untuk meminta agar PPKM Level 4 dilonggarkan.

Sebagai tindak lanjut, berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya dengan membuka pusat perbelanjaan atau mall di wilayah level 4 secara bertahap.

Saat ini pemerintah terus melakukan monitoring terhadap uji coba pembukaan mal yang dilakukan di 138 titik. Dengan diberlakukannya kartu vaksinansi sebagai syarat masuk mall, pemerintah bisa melihat data masyarakat yang sudah divaksin, baik vaksin dosis pertama maupun kedua. [Eddy Burnama/Wartawan Rakyat Merdeka]