Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Redaktur
RM.id Rakyat Merdeka - Bicara belanja online atau daring, saya ingat, pertama kali membeli barang dengan dengan sistem itu waktu masih kuliah, mungkin tahun 2010. Waktu itu saya tahu ada yang jualan online dari kawan.
Dia cerita, kalau tantenya punya toko yang barang dagangannya bisa dilihat dari handphone. Waktu itu, belanja online belum se-booming sekarang.
Di pikiran saya, karena toko itu rekomendasi kawan, sudah pasti nawarin barang dengan kualitas baik. Dengan dasar kepercayaan, sekaligus mencoba pengalaman belanja online, akhirnya saya pesan rok ukuran tiga perempat berwarna oranye dengan motif bunga.
Beberapa hari kemudian, paket pun tiba. Sialnya, barang yang diterima tidak sesuai ekspektasi. Saya nggak mungkin komplain ke kawan. “Barang seharga Rp 150 ribu, kok bahannya kaya barang Rp 30 ribu,” gerutu saya.
Pahit dan kecewa saya telan sendiri. Kapok rasanya. Menyesal sekligus jengkel. Rok itu sama sekali nggak pernah saya sentuh, apalagi dipakai.
Kekecewaan itu berlanjut sampai saya lulus, menikah, dan mengandung. Toko rekomendasi orang yang kita kenal saja, kualitasnya buruk, apalagi toko yang nggak dikenal.
Baca juga : Sedih Orang Tua Positif
Sepuluh tahun berlalu. Sekalipun, saya nggak pernah buka-buka toko online. Pola pikir sangat konvensional. Waktu mengandung, setelah lewat 7 bulan, saya milih ke toko perlengkapan bayi di pasar, ketimbang belanja online.
Sampai sebulan sebelum melahirkan, ternyata masih ada beberapa perlengkapan bayi yang kurang. Toko yang saya datangi kurang kekinian. Nggak tahu, dapat bisikan dari mana, akhirnya memberanikan diri buka market place dan order gendongan bayi.
Hasilnya puas. Esok hari, mulai lagi order baju menyusui untuk pulang dari rumah sakit, berbagai minyak bayi, daster, kasur, lemari, sampai tatakan gelas, semua bisa dibeli.
Baca juga : Trip Report Vs Loket Report
Apalagi sekarang, sedang kondisi wabah corona. Semua orang dirumahkan alias melakukan segala aktivitas di rumah. Mau nggak mau, menuhin kebutuhan harian secara online. Saya juga begitu.
Biar nggak kaya beli kucing dalam karung, pastikan tokonya ada logo “star seller” dan periksa komen-komen pembeli yang ada. Mudah-mudahan nggak kecewa lagi guys... [Irma Yulia/Wartawan Rakyat Merdeka]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.