Dark/Light Mode

Ketagihan Belanja Online

Senin, 19 Juli 2021 06:10 WIB
Ngopi - Ketagihan Belanja Online
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Bicara belanja online atau daring, saya ingat, pertama kali membeli barang dengan dengan sistem itu waktu masih kuliah, mungkin tahun 2010. Waktu itu saya tahu ada yang jualan online dari kawan.

Dia cerita, kalau tantenya punya toko yang barang dagangannya bisa dilihat dari handphone. Waktu itu, belanja online belum se-booming sekarang.

Di pikiran saya, karena toko itu rekomendasi kawan, sudah pasti nawarin barang dengan kualitas baik. Dengan dasar kepercayaan, sekaligus mencoba pengalaman belanja online, akhirnya saya pesan rok ukuran tiga perempat berwarna oranye dengan motif bunga.

Berita Terkait : Modal Sabun Mandi Doang, Kok Bisa Mulus?

Beberapa hari kemudian, paket pun tiba. Sialnya, barang yang diterima tidak sesuai ekspektasi. Saya nggak mungkin komplain ke kawan. “Barang seharga Rp 150 ribu, kok bahannya kaya barang Rp 30 ribu,” gerutu saya.

Pahit dan kecewa saya telan sendiri. Kapok rasanya. Menyesal sekligus jengkel. Rok itu sama sekali nggak pernah saya sentuh, apalagi dipakai.

Kekecewaan itu berlanjut sampai saya lulus, menikah, dan mengandung. Toko rekomendasi orang yang kita kenal saja, kualitasnya buruk, apalagi toko yang nggak dikenal.

Berita Terkait : Hiburan Itu Zafi

Sepuluh tahun berlalu. Sekalipun, saya nggak pernah buka-buka toko online. Pola pikir sangat konvensional. Waktu mengandung, setelah lewat 7 bulan, saya milih ke toko perlengkapan bayi di pasar, ketimbang belanja online.

Sampai sebulan sebelum melahirkan, ternyata masih ada beberapa perlengkapan bayi yang kurang. Toko yang saya datangi kurang kekinian. Nggak tahu, dapat bisikan dari mana, akhirnya memberanikan diri buka market place dan order gendongan bayi.

Hasilnya puas. Esok hari, mulai lagi order baju menyusui untuk pulang dari rumah sakit, berbagai minyak bayi, daster, kasur, lemari, sampai tatakan gelas, semua bisa dibeli.

Berita Terkait : Sedih Orang Tua Positif

Apalagi sekarang, sedang kondisi wabah corona. Semua orang dirumahkan alias melakukan segala aktivitas di rumah. Mau nggak mau, menuhin kebutuhan harian secara online. Saya juga begitu.

Biar nggak kaya beli kucing dalam karung, pastikan tokonya ada logo “star seller” dan periksa komen-komen pembeli yang ada. Mudah-mudahan nggak kecewa lagi guys... [Irma Yulia/Wartawan Rakyat Merdeka]