Dark/Light Mode

Bocah Wanita Penjual Mawar

Sabtu, 4 September 2021 07:00 WIB
Ngopi - Bocah Wanita Penjual Mawar
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Ini peristiwa lama, enam tahun silam, namun masih aktual karena mengandung hikmah.

Di sebuah pusat perbelanjaan Jakarta Selatan, ada seorang anak perempuan kecil yang menjual bunga mawar kepada orang-orang yang lewat. Anak itu biasa berjualan di sana dari siang hari hingga petang.

Suatu siang saat melewati pusat perbelanjaan tersebut, anak kecil itu mendekati saya.

Berita Terkait : Geliat Pasar Malam

“Om mau beli bunga mawar, Om? Bisa buat istri atau pacarnya Om, murah kok, cuma lima ribu aja,” kata bocah itu.

Saya tolak dengan halus tawaran itu karena saya terburu-buru. Sempat saya lihat di keranjang anak itu masih tersisa sekitar belasan tangkai mawar.

Sore harinya, saya lewat di pusat perbelanjaan itu lagi dan melihat si anak kecil masih menawarkan bunganya. Ia menawarkan bunga lagi pada saya; tampaknya ia lupa siang tadi telah menawarkan bunga. Saya tengok keranjangnya masih ada sekitar enam tangkai mawar.

Berita Terkait : Beli Mobil Dahulu, Rumah Ngontrak Aja

Saya iba dengannya, tapi karena masih memiliki urusan dan tidak membutuhkan bunga, saya tolak dengan halus, lalu saya beri anak itu selembar uang Rp 50.000. Anak itu mengambil uang itu lalu memberikannya pada seorang pengemis di dekatnya.

”Kenapa uangnya dikasih ke pengemis? Kamu nolak rezeki?” tanya saya karena heran.

Anak kecil itu menjawab, ”Saya ke sini karena disuruh ibu jualan kembang, yang ke sini buat minta-minta pengemis itu. Om salah kasih rezeki.”

Berita Terkait : Nggak Usah Berlebihan

Saya tak bisa berkata apa-apa lagi karena kagum sekaligus terharu dengan anak kecil berhati mulia itu.* [Zaenuddin HM]