Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Pahlawan Wariskan Semangat Berjuang
Bamsoet Ingatkan Pentingnya Belajar Dari Sejarah Bangsa
Kamis, 18 November 2021 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengajak kalangan kampus menghimpun kembali catatan sejarah perjuangan bangsa. Pasalnya, sejarah perjuangan bangsa terserak di ruang perpustakaan dan terlupakan oleh dinamika peradaban.
Bambang Soesatyo bilang, legasi sejarah yang diwariskan para pahlawan, bukan sekadar hamparan tanah merdeka kaya akan sumber daya. Para pahlawan juga mewarisi semangat perjuangan dan pengorbanan.
Baca juga : Bamsoet Ingatkan Pentingnya Belajar Dari Sejarah
“Semangat perjuangan dibangun oleh fondasi rasa cinta Tanah Air dan bangsa, serta disatukan oleh tekad dan komitmen kebangsaan,” ujar Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo di UNHAN, Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Ketua DPR ke-20 ini mengapresiasi prakarsa UNHAN memberikan kesempatan kepada Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Tinton Soeprapto untuk memaparkan kuliah umum. Kuliah bertajuk ‘Sejarah Pendirian PETA dan Keterlibatannya pada Perjuangan Meraih Kemerdekaan Republik Indonesia’.
Baca juga : Percepat Pemulihan Pariwisata, Sandiaga Uno Libatkan Milenial Dan Gen Z
Menurutnya, materi tersebut penting untuk disimak. Karena kedudukan dan peran strategis PETA sebagai cikal bakal lahirnya Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta memaknai kembali kontribusi PETA sebagai pejuang perintis yang telah menghadirkan negara Indonesia Merdeka.
Bamsoet bilang, sejarah mencatat transformasi PETA sebagai cikal bakal TNI. Diawali dengan lahirnya Tentara Keamanan Rakyat atau TKR pada 5 Oktober 1945, yang menempatkan para mantan anggota PETA sebagai personil inti TKR.
Baca juga : Puing Sisa Bongkaran Tutupi Sumur Resapan
Transformasi berlanjut pada 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti menjadi Tentara Keselamatan Rakyat, dan berubah kembali menjadi Tentara Republik Indonesia pada 26 Januari 1946, hingga akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia atau TNI pada 3 Juni 1947.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya