Dark/Light Mode

Banjir Sintang Belum Surut, PUPR Bakal Bangun Geobag

Kamis, 18 November 2021 22:44 WIB
Kondisi banjir di Sintang Kalimantan Barat. (foto:pupr)
Kondisi banjir di Sintang Kalimantan Barat. (foto:pupr)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah belum berhasil menangani banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) yang hingga kini tak kunjung surut. Penanganan jangka pendek dan panjang pun disiapkan untuk mengatasi banjir. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, banjir yang terjadi di Sintang karena curah hujan tinggi serta daerah tangkapan air di hulu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang sudah banyak berkurang, sehingga sungai meluap terutama pada titik pertemuan sungai yang padat penduduk. 

Baca juga : Jokowi Lembut Suaranya

"Untuk penanganan jangka pendek, kami akan ukur dulu dan pasang geobag di area terdampak besar, seperti pusat ekonomi kota. Saya tugaskan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 1 dan PT. Wijaya Karya untuk segera bergerak karena BMKG memprediksi puncak hujan akan terjadi di sekitar Januari-Februari 2022," pintah Basuki saat meninjau bencana banjir di Sintang dan Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, dalam keterangannya, Kamis (18/11). 

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, Basuki akan menyusun masterplan penanganan banjir wilayah Sungai Kapuas dan Melawi, termasuk mengeruk dan merehabilitasi danau-danau (retarding basin). 

Berdasarkan data BWS Kalimantan I Ditjen Sumber Daya Air, terdapat lebih dari 50 danau di sepanjang wilayah Sungai Kapuas.

Baca juga : Surutnya Telat, Ributnya Cepat

"Kita akan hitung kapasitas tampung danau-danau alami tersebut untuk direhabilitasi. Selanjutnya, pada 2021 sedang dilakukan pengerukan 3 danau, dan dilanjutkan dengan 7 danau pada 2022 sebagai retarding basin. Sepanjang S Melawi belum ada danau (retarding basin)," ujar Basuki.  

Ia juga minta pada tahun 2022 untuk dilalukan Survei, Investigasi dan Desain (SID) untuk pembangunan bendungan di hulu Sungai Pinoh sebagai anak Sungai Melawi."Saya lihat potensinya ada, kami akan kaji secara cermat," ujarnya.

Baca juga : KPK Tahan Mantan Kepala Pajak Bantaeng Yang Ditangkap

Sedangkan untuk perbaikan jalan, PUPR belum bisa mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan permanennya karena kondisinya masih tergenang air. 

"Khusus untuk penanganan darurat, kami fokus pada  spot-spot yang tergenang pada jalur logistik utama Sintang - Putussibau dan ruas-ruas jalan di pusat Kota Sintang dan sekitarnya. Pada ruas Sintang - Putussibau, saya melihat ada beberapa spot yang perlu ditinggikan dan dilengkapi dengan gorong-gorong," pungkasnya. [MFA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.