Dewan Pers

Dark/Light Mode

Idris Laena Ingin Gema MKGR Pahami Nilai Kebangsaan

Selasa, 23 November 2021 19:45 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Idris Laena saat membuka acara ToT Empat Pilar MPR yang diselenggarakan Gema MKGR bekerja sama Fraksi Partai Golkar MPR di Hotel Santika, Kota Bekasi, Selasa (23/11). (Foto: Ist)
Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Idris Laena saat membuka acara ToT Empat Pilar MPR yang diselenggarakan Gema MKGR bekerja sama Fraksi Partai Golkar MPR di Hotel Santika, Kota Bekasi, Selasa (23/11). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Idris Laena mengingatkan, esensi kemerdekaan adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Idris Laena saat membuka acara Training of Trainer (ToT) Empat Pilar MPR yang diselenggarakan oleh Gerakan Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) bekerjasama dengan Fraksi Partai Golkar MPR yang dilaksanakan di Hotel Santika, Kota Bekasi, Selasa (23/11).

Dalam uraiannya, Idris Laena mengatakan, penting bagi generasi muda memahami nilai-nilai kebangsaan yang Indonesia miliki. Yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

"Ini agar generasi muda MKGR dapat menyebarluaskan kepada generasi muda lainnya," imbau Idris.

Berita Terkait : KPK: Ortu Lebih Khawatir Anaknya Dapat Nilai Merah Ketimbang Nggak Mau Antre

Dalam pemaparan berikutnya, Idris menguraikan lebih dalam lagi tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka tunggal Ika. Yang menarik disampaikan Idris Laena, adalah seputar esensi kemerdekaan. 

Menurut Idris Laena, sesungguhnya esensi kemerdekaan Indonesia itu adalah, untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang berkeadilan sosial. Buktinya, dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, kata-kata keadilan diulang hingga lima kali.

Pada alenia pertama berbunyi bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu. Maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Pada alenia kedua berbunyi, dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Berita Terkait : Hargai Para Pejuang, Pemuda Harus Paham Sejarah

Lalu alinea keempat berbunyi, Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Berikutnya, sambung Idris Laena, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang dasar begara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan yang Maha Esa.

"Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan, perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya.

Agar harapan tersebut bisa terwujud, kader Gema MKGR harus berjuang memenangkan Partai Golkar dalam pemilu, dan memenangkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai Presiden.

Berita Terkait : Prilly Latuconsina, Cincin Berlian Tanpa Pasangan

Acara ToT itu sendiri berlangsung dengan lancar. Turut hadir dalam kesempatan ini beberapa tokoh Partai Golkar antara lain tokoh senior dan juga Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, Waketum DPP Partai Golkar Hetifah Sjaifudian, Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR Ferdiansyah, Ketua GEMA MKGR Yudisaputra Betaubun, dan akademisi Alfan Alfian. [ONI]