Dewan Pers

Dark/Light Mode

Komitmen Puan Maharani Soal Petani Milenial Jadi Penangkal Impor Pangan

Jumat, 14 Januari 2022 11:55 WIB
Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: Ist)
Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengapresiasi gagasan dan komitmen Ketua DPR Puan Maharani untuk kesejahteraan petani Indonesia. Salah satu langkah konkretnya, lewat gagasan membentuk petani milenial.

Menurut Ujang, Puan sangat cerdas dan tepat dalam menerjemahkan gagasan nasionalisme. Sebab, kesejahteraan petani akan menjadikan Indonesia memiliki ketangguhan dan ketahanan pangsan nasional yang baik.

Berita Terkait : Dipermak Kemenhub, Terminal Tirtonadi Solo Kini Bisa Jadi Tempat Konser

“Fakta Indonesia sebagai negara agraris ditangkap Ibu Puan dengan sangat tepat. Yang beliau sampaikan di mana-mana kan soal ‘Petani Maju, Indonesia Sukses’ ya itu juga serentak menjadi implementasi gagasan nasionalisme dalam rangka ketahanan pangan nasional,” ungkap Ujang saat diskusi politik Indonesia Point bertajuk “Puan Maharani dan Tantangan Nasionalisme Abad-21 di Gedung Joeang 45 Jakarta, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (14/1). 

Misalnya, Puan menyampaikan dengan tegas supaya Indonesia tidak import buah atau kebutuhan pokok masyarakat seperti bawang maka petaninya harus maju dan sukses dulu.

Berita Terkait : Bos OJK Ajak Milenial Garap Sektor Pertanian

Gagasan Puan ini dinilai tepat sekali dan relevan. "Karena semangat yang beliau sampaikan adalah melawan import dan kemandirian pangan di dalam negeri," jelasnya.

Ujang mengatakan, salah satu tantangan Indonesia hari ini adalah kesejahteraan petani Indonesia. Dan di balik isu kesejahteraan petani itu, pengajar Universitas Al-Azhar tersebut menekankan persoalan kemandirian Indonesia pada bidang pangan di tengah gelombang impor yang tidak menguntungkan petani di dalam negeri.

Berita Terkait : Gerindra Senang Dan Bersyukur

"Kebetulan saya berksempatan berada di Jawa selama beberapa hari ini dan di mana-mana ada baliho Bu Puan soal gagasannya tentang petani tadi. Itu artinya beliau punya komitmen pada kesejahteraan petani apalagi isu import pangan hari ini masih menjadi momok untuk petani kita," beber Ujang.
 Selanjutnya