Dewan Pers

Dark/Light Mode

Komisi IV Apresiasi Gerak Cepat Mentan Bantu Korban Bencana Alam Sulsel dan Sultra

Senin, 17 Juni 2019 09:21 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melepas secara resmi bantuan bagi korban bencana banjir di tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan, di Balai Penelitian Sereal Kementan, Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (16/6).
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melepas secara resmi bantuan bagi korban bencana banjir di tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan, di Balai Penelitian Sereal Kementan, Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (16/6).

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi IV DPR memberikan apresiasi atas gerak cepat Menteri Pertanian (Mentan) Amran dalam memberikan bantuan kepada korban bencana banjir dan meminimalisor kerugian yang diterima petani yang terkena dampak banjir di tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Yakni, Kabupaten Soppeng, Sidrap, Wajo, Pinrang, Bone, Enrekang, dan Luwu. 

Ada pun bantuan yang diterima korban bencana banjir tidak hanya berupa bantuan sembako. Tetapi juga bantuan ganti rugi usaha tani dan infrastruktur serta alat mesin pertanian untuk secepatnya memulihkan usaha pertanian.

"Menteri Pertanian melakukan terobosan yang luar biasa dalam menangani dampak di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Hari ini bantuan langsung disalurkan ke masyarakat yang terkena dampak banjir di tujuh kabupaten di Sulsel" kata Anggota Komisi IV DPR Irwan Zulfikar saat mendampingi Amran melepas bantuan untuk korban banjir senilai Rp 10 miliar yang dipusatkan di Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros, Sulsel, kemarin.

Berita Terkait : BUMN Gerak Cepat Bantu Korban Banjir di Konawe Utara

Irwan menjelaskan, bantuan korban banjir benih, pupuk dan alat mesin pertanian berupa pompa air, traktor dan ekscavator sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani yang terkena dampak banjir. Selain itu, kata dia, Amran juga mendorong program pembangunan tanggul di Danau Tempe dan pembangunan 3 unit bendungan besar untuk membangun sistem pengairan demi menjamin ketersediaan air irigasi yang berkelanjutan.

"Karena itu, kami di Komisi IV DPR mendukung penuh berbagai terobosan pembangunan pertanian yang dilakukan Mentan Amran," jelasnya.

Lebih lanjut, Irwan menyebutkan capaian pembangunan pertanian selama lima tahun terakhir sangat produktif. Komoditas yang menjadi penyangga pangan sudah diantisipasi sebelumnya sehingga yang selama ini ditopang melalui impor, seperti beras, jagung dan bawang merah sudah tidak lagi impor.

Berita Terkait : Kemenhub Minta Semua Pihak Gerak Cepat Tanggapi Penataan Bandara Kertajati

"Jadi kalau bicara kinerja, hal yang wajar, jika beliau untuk dipertahankan sebagai menteri pertanian. Ini bukan karena sama-sama dari Sulawesi Selatan, tapi memang teman-teman di Komisi IV sangat impresif dengan apa yang dilakukan selama lima tahun terakhir ini," tandas Anggota Fraksi PAN DPR ini.

Di tempat yang sama, Menteri Amran mengatakan bantuan yang diterima para korban banjir di Sulsel dan Sultra merupakan perintah Presiden Jokowi. Ditegaskan dia, pemerintahan Jokowi-JK benar-benar memberikan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat khususnya petani yang mengalami kerugian atas banjir. Sebelumnya, Amran juga menyerahkan bantuan langsung kepada korban bencana banjir di Sulawesi Tenggara.

"Ini kami datang atas arahan Presiden Jokowi, kami keliling habis dari Sulawesi Tenggara, ini di Sulawesi Selatan memberikan bantuan kepada yang kena dampak banjir. Dan masih banyak lagi bantuan lainnya. Bantuan yang terkumpul sampai tadi ada Rp 10 miliar, itu dari karyawan kami dan mitra Kementerian Pertanian. Kami ucapkan terima kasih," katanya.

Berita Terkait : Mentan Bantu Korban Banjir di Tujuh Kabupaten Sulsel

Khusus lahan pertanian yang terkena bencana puso 3.000 hektar, sambung Amran, Kementan memberikan bantuan benih, pupuk dan traktor secara gratis. Bahkan bantuan alat mesin pertanian berupa ekscavator untuk membangun tanggul agar ke depan tidak terkena banjir lagi. 

"Sektor pertanian Sulawesi Selatan yang terkena dampak banjr, dipastikan segera dipulihkan. Lahan pertanian yang sudah diasuransikan, diberikan ganti rugi 100 persen. Bagi lahan yang belum terasuransi, diberikan bantuan benih dan pupuk," sebut Amran. [KAL]