Dewan Pers

Dark/Light Mode

Puan: Kelangkaan Migor Cs Harus Selesai Sebelum Ramadhan

Rabu, 2 Maret 2022 20:19 WIB
Puan di sela-sela mengunjungi Kampung Tempe di Sukomanunggal Gang I, Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Rabu (2/3). (Foto:  UMM/RM)
Puan di sela-sela mengunjungi Kampung Tempe di Sukomanunggal Gang I, Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Rabu (2/3). (Foto: UMM/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR, Puan Maharani mendesak, pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah kelangkaan dan mahalnya komoditi rumah tangga sebelum bulan Ramadhan.

“Menjelang puasa Ramadhan ini, saya keliling ke wilayah Jawa Timur seperti Surabaya, Lamongan, dan Gresik. Untuk produksi tempe dan tahu, menurut pedagang dan pembeli harganya tidak dinaikkan meski harga kedelainya mahal. Sebab ukurannya diperkecil,” kata Puan di sela-sela mengunjungi Kampung Tempe di Sukomanunggal Gang I, Kelurahan Sukomanunggal, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Rabu (2/3).

Puan mengaku, saat dirinya mengunjungi pabrik minyak goreng (migor) di Gresik, perusahaan juga tidak mengurangi produksinya. Sehingga dia meminta untuk menyelidiki penyebab hilangnya minyak goreng di pasaran. 

Berita Terkait : Gigi Hadid: Hati Saya Terluka

“Sekarang pertanyaannya adalah, jika produksi pabrik minyak goreng normal, kok bisa minyak goreng tersebut langka di pasaran. Makanya saya minta pemerintah untuk mengantisipasi ini, namun tidak secara ad hoc. Artinya kenapa di lapangan distribusi dan distributor ada kelangkaan minyak goreng. Ini kenapa?” ungkapnya.

Sebagai Ketua DPR, dirinya menegaskan memiliki fungsi pengawasan. Karena itu dirinya sekali lagi menekankan agar pemerintah menelusuri kelangkaan minyak goreng. “Katanya ada panic buying, apakah betul karena itu? Sebab hanya saat-saat tertuntu saja ada panic buying?” katanya.

Agar dalam waktu cepat ini bisa teratasi, dan masyarakat bisa memperoleh minyak goreng dengan harga normal, Puan minta pemerintah daerah menggelar operasi pasar (OP). “Saya minta antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah berkoordinasi untuk menggelar operasi pasar. Antara pemda dan pemerintah pusat harus sinergi untuk mengatasi masalah minyak goreng ini,” bebernya.

Berita Terkait : KPK Panggil Tersangka Korupsi Proyek Jalan Di Buru Selatan

Sementara itu, saat mengunjungi Kampung Tempe di Sukomanunggal, Puan juga mengunjungi sejumlah perajin. Termasuk diskusi dengan Ketua Paguyuban Perajin Tempe Sukomanunggal, Markuat.

Lawatan Puan yang didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono dan Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Whisnu Sakti Buana itu menanyakan, masalah apa yang menjadi kendala para perajin tempe.

“Soal harga kedelai bisa disiasati dengan mengecilkan ukuran tempe. Bantuan yang mereka butuhkan adalah tempat untuk merebus kedelai yang saat ini masih terbuat dari drum. Makanya nanti melalui Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) kami akan bantu apa yang dibutuhkan. Yakni menggunakan wadah dari dari bahan stainless,” pungkasnya. [UMM]