Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Biar Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Swasta Harus Banyak Dilibatkan Dalam Investasi
Kamis, 31 Maret 2022 11:48 WIB
Sebelumnya
Kendati demikian, Ketua DPP PKB ini mengatakan tantangan ke depan bukan hal yang mudah, saat ini semua negara merasakan susahnya mengendalikan inflasi karena faktor komoditas di tingkat global dipengaruhi eskalasi perang Rusia-Ukraina yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Top, Bupati Taput Raih Penghargaan Terbaik Dalam Realisasi Anggaran
"Kita menyaksikan perang Rusia-Ukraina yang tidak bisa diselesaikan secara cepat sudah dirasakan dampaknya di sektor migas," tuturnya.
Baca juga : Airlangga: Peran Pekerja Kudu Diapresiasi, THR Lebaran Harus Diberikan
Menurutnya, hal ini terjadi karena Rusia dan Ukraina merupakan produsen dan kontributor energi untuk sebagian belahan dunia. "Hal ini akan akan menjadi satu goncangan bagi ekonomi seluruh dunia dan bukan hanya Indonesia," tandasnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya