Dewan Pers

Dark/Light Mode

Imbauan Puan Maharani, Sosialisasi Beli Migor Pake PeduliLindungi Harus Gencar

Senin, 27 Juni 2022 21:39 WIB
Ketua DPR Puan Maharani/IG
Ketua DPR Puan Maharani/IG

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan sosialisasi pembelian minyak goreng (migor) curah dengan aplikasi PeduliLindungi secara masif. Apalagi, pembeli migor curah di pasar maupun warung sembako kebanyakan kalangan yang sehari-harinya tidak terbiasa menggunakan teknologi informasi.

“Sosialisasi pembelian Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) menggunakan PeduliLindungi harus gencar dilakukan. Karena mayoritas pembeli minyak goreng subsidi datang dari masyarakat kelas bawah, yang belum tentu memiliki smartphone,” kata Puan, Senin (27/6).

Sosialisasi pembelian minyak goreng curah seharga Rp 14.000/liter atau Rp 15.500/kilogram dimulai hari ini hingga 2 pekan ke depan. Puan menilai, sosialisasi harus dilakukan serentak hingga pelosok daerah Tanah Air.

“Dan perlu diperhatikan, jangan sampai kebijakan ini menyulitkan rakyat,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.

Berita Terkait : Begini Cara Beli Migor Murah Pake PeduliLindungi Dan NIK

Puan memahami, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dimaksudkan agar Pemerintah dapat mengecek distribusi minyak goreng secara real time sebagai antisipasi penyelewengan yang menyebabkan kelangkaan. Meski begitu, dia menilai sosialisasi tidak bisa sekadar mengandalkan teknologi informasi saja.

“Harus ada pendekatan langsung ke masyarakat, ke pedagang, agar mereka benar-benar memahami transisi sistem pembelian minyak goreng,” ucap Puan.

Sselain itu, mantan Menko PMK tersebut mengingatkan agar pengawasan dilakukan seksama. 

Sebab, kata Puan, bukan tidak mungkin pembelian dengan metode ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan.

Berita Terkait : Siap-siap, Beli Migor Pakai Aplikasi PeduliLindungi, HET Rp 14 Ribu Per Liter

Puan bilang, harus dihindari munculnya tindak kecurangan atau oknum calo yang memanfaatkan kesulitan pembeli yang tidak bisa mengakses aplikasi PeduliLindungi dengan meminta tambahan harga. 

“Tentu pengawasan harus dibantu dari tim Satgas Pangan Polri,” imbaunya.

Program minyak goreng curah rakyat bisa diperoleh di penjual/pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0. Selain itu juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE).

Selama masa sosialisasi, masyarakat diizinkan membeli minyak goreng curah bersubsidi dengan menggunakan KTP. Pembelian minyak goreng curah rakyat di tingkat konsumen dibatasi maksimal 10 kg untuk satu NIK.

Berita Terkait : Luhut & Zul Bikin Pusing Emak-emak

Kita berharap program ini berhasil mengatasi kelangkaan minyak goreng yang berdampak terhadap kenaikan harga. 

“DPR juga berharap ada evaluasi selama masa sosialisasi ini, sehingga bisa ditemukan formula terbaik dalam sistem pembelian minyak goreng,” harap Puan.■