Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di KTT Ketua Parlemen Perempuan

Puan Singgung Pentingnya Payung Hukum Perlindungan Data Pribadi

Kamis, 8 September 2022 19:53 WIB
Ketua DPR Puan Maharani (kanan) menghadiri Inter-Parliamentary Union 14th Summit of Women Speakers of Parliament di Uzbekistan/Ist
Ketua DPR Puan Maharani (kanan) menghadiri Inter-Parliamentary Union 14th Summit of Women Speakers of Parliament di Uzbekistan/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam sesi kedua Inter-Parliamentary Union (IPU) 14th Summit of Women Speakers of Parliament (14SWSP) yang diselenggarakan di Uzbekistan, Puan berbicara pentingnya perlindungan data pribadi di era tekonologi digital.

Dia pun menyinggung soal Indonesia yang akan segera memiliki payung hukum Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Adapun tema yang dibahas dalam sesi kedua KTT Ketua Parlemen Perempuan dunia itu, yakni Mencegah risiko dari teknologi serta melestarikan hak asasi manusia dan kesetaraan gender di dunia teknologi tinggi.

“Pembahasan pencegahan risiko terkait teknologi, kesetaraan gender dan teknologi tinggi sangat relevan di masa pandemi Covid-19,” kata Puan dalam forum yang diselenggarakan di parlemen Uzbekistan di Taskhent, Kamis (8/9).

Perempuan pertama menjabat sebagai Ketua DPR itu mengatakan, teknologi merupakan sarana penting untuk menyamakan kedudukan antara laki-laki dan perempuan.

Menurut Puan, revolusi industri keempat, teknologi digital, otomatisasi, dan kecerdasan buatan berdampak besar pada posisi perempuan di masyarakat.

“Pada tahun pertama pandemi, kita telah menyaksikan pertumbuhan pengguna internet secara global lebih dari 10 persen. Sejauh ini merupakan peningkatan tahunan terbesar dalam satu dekade,” ucapnya.

Berita Terkait : Kapolri Tekankan Pentingnya Jaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Puan pun menyoroti pengguna internet perempuan yang lebih kecil dibandingkan laki-laki di tingkat global dalam kurun 2 tahun terakhir. Perbandingannya 57 persen perempuan dan 62 persen laki-laki.

“Hari ini transformasi digital memberikan jalan baru bagi pemberdayaan ekonomi perempuan. Kita perlu menangkap peluang ini untuk mendorong kesetaraan gender yang lebih besar, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membangun dunia yang lebih inklusif,” papar Puan.

Pada saat yang sama, menurut Puan, penting juga memperhatikan risiko meluasnya penggunaan teknologi. Seperti dalam hal perlindungan data dan masalah privasi, penggunaan teknologi pengawasan, kekerasan dan pelecehan online, serta kesenjangan digital.

“Selain itu, hak privasi juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Puan lalu menyinggung soal Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi yang sebentar lagi akan disahkan oleh DPR.

Seperti diketahui, DPR bersama Pemerintah telah sepakat membawa RUU PDP di pembahasan tingkat II dalam Rapat Paripurna untuk kemudian disahkan menjadi undang-undang.

“RUU Perlindungan Data Pribadi akan menjadi landasan hukum dalam memberikan aturan dan regulasi mengenai data pribadi di dunia yang terkoneksi secara digital saat ini,” ungkap Puan.

Berita Terkait : Ribuan Srikandi Di OKI Suarakan Ganjar Presiden 2024

Lebih lanjut, Puan berbicara soal era digital yang menghadirkan paradoks.

“Sebuah paradoks digital yang dapat mengintensifkan atau mengurangi inklusi sosial, aksesibilitas dan keberlanjutan di antara masyarakat kita,” sebut mantan Menko PMK itu.

Puan menilai, teknologi dapat membawa manfaat besar untuk meningkatkan konektivitas, inklusi keuangan, akses perdagangan dan layanan publik. Namun, teknologi juga memiliki dampak negatif, termasuk dalam hal penggunaan media sosial.

“Ada proliferasi disinformasi, berita palsu dan hoax. Hal ini dapat menciptakan fragmentasi dan polarisasi dalam masyarakat,” tukas Puan.

Dalam hal kesenjangan digital, Ketua Majelis Sidang Umum IPU ke-144 itu mengatakan, diperlukan peningkatan pembangunan infrastruktur internet di setiap negara.

Selain itu, menurut Puan, setiap negara harus memastikan keterjangkauan akses internet, memberdayakan pengguna, dan mengatasi kesenjangan gender dalam akses internet.

“Saya percaya bahwa keterlibatan aktif perempuan dalam pengembangan teknologi akan membantu memastikan inovasi relevan untuk seluruh populasi,” ujarnya.

Berita Terkait : Puan Ramalkan Dirinya Sendiri

“Kita membutuhkan kontribusi semua orang, termasuk perempuan, jika kita ingin pulih bersama,” sambung Puan.

Di hadapan para Ketua Parlemen wanita dunia, Puan mengajak meningkatkan investasi teknologi pada perempuan dalam upaya kolektif mencapai kesetaraan gender.

“Kemampuan kita memberikan yang terbaik dari upaya pemulihan global, sebagian besar bergantung pada keputusan kita menempatkan perempuan sebagai pusat dari semua tindakan pemulihan,” tuturnya.

Hanya dengan begitu, kita dapat meletakkan dasar dunia yang lebih tangguh dan setara gender untuk semua.■