Dewan Pers

Dark/Light Mode

Oktober, P20 Digelar Di Jakarta

DPR Akan Undang Parlemen Ukraina

Minggu, 18 September 2022 07:50 WIB
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Achmad Hafisz Tohir. (Foto: PAN)
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Achmad Hafisz Tohir. (Foto: PAN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan berencana mengundang Parlemen Ukraina dalam acara Forum Parliamentary Speakers Summit (P20) yang akan digelar pada 5-7 Oktober di Jakarta. Undangan ke Ukraina sebagai bentuk konsistensi DPR menyikapi konflik Rusia-Ukraina.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Achmad Hafisz Tohir bilang, Ukraina memang bukan negara anggota G20. Namun, kehadiran Ukraina diharapkan bisa mengakhiri konflik. “Perang Rusia-Ukraina krusial untuk di-address dalam forum P20 karena secara faktual telah memengaruhi ekonomi global,” jelasnya.

DPR, lanjutnya, juga telah menjadi inisiator resolusi mengenai konflik Rusia-Ukraina di Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly ke-144 di Nusa Dua Bali pada 20-24 Maret 2022. DPR juga menjadi inisiator sekaligus Anggota Task Force IPU terkait konflik RusiaUkraina.

Hafisz menjelaskan, P20 dirancang untuk memberikan dukungan parlemen terhadap penyelenggaraan dan implementasi hasil-hasil pertemuan Goverment 20. Pemerintah dan DPR sama-sama ingin mendorong upaya pemulihan yang berkelanjutan. “Artinya, peran parlemen diarahkan untuk mengawal agar pemulihan ini bisa sustainable atau berkelanjutan,” kata dia.

Berita Terkait : Awas LSM Asing Di Balik Gerakan Pendukung Kemerdekaan Papua

Hafisz mengatakan, Parlemen menyediakan dukungan politik, menjembatani kepentingan masyarakat, dan memastikan agenda nasional maupun global bisa diimplementasikan di tingkat masyarakat. Isu-isu yang mendesak untuk mendapatkan prioritas antara lain pemulihan pascapandemi. Lalu, transisi menuju ekonomi hijau.

“Dua isu ini menjadi konsen global saat ini di mana Covid-19 telah mengganggu laju pembangunan global yang ditargetkan melalui pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030,” jelasnya.

Pada tataran global, transformasi ekonomi disepakati menjadi salah satu cara untuk mengatasi perubahan iklim. Hal ini juga relevan dengan kepen tingan Indonesia untuk mendorong transisi ekonomi dan adaptasi perubahan iklim dengan tidak meninggalkan upaya mencapai pertumbuhan ekonomi.

Pemulihan pascapandemi, kata dia, membutuhkan kepemimpinan politik yang efektif dan representatif, sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi. “Dalam beberapa titik, Covid-19 tentunya dianggap menciptakan rintangan bagi pelaksanaan fungsi demokrasi,” kata dia.

Berita Terkait : Resmikan Dua Gereja Di Jakarta Utara, Anies Singgung Persatuan Dan Toleransi Beragama

Pemulihan pascapandemi, lanjutnya, menjadi momen memperkuat demokrasi dan peran parlemen. Agenda pemulihan juga harus menyasar berbagai kelompok terdampak termasuk upaya untuk meningkatkan inklusi sosial, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan.

Wakil BURT DPR Achmad Dimyati Natakusumah menambahkan, tema Forum P20 Summit yang biasanya tema capacity building (peningkatan kapasitas). Tapi tema kali ini menyangkut 2 tahun pandemi Covid-19 yang melumpuhkan berbagai macam sendi kehidupan. “Supaya kita semua kembali ke normal, sebab saat ini belum kembali ke titik normal,” ujarnya.

Untuk mengangkat nama baik Parlemen Indonesia, lanjutnya, DPR juga mengangkat isu hijau seperti solar cell atau pembangkit listrik tenaga surya. “Orang luar itu cari yang terbarukan saja, biasanya kalau energi ter barukan, dia datang dia ekspos dan senang,” ujar politikus PKS ini.

Sementara, Kepala Biro BKSAP Endah Tjahjani Dwirini menyebut, sebanyak 36 negara sudah mengkonfirmasi hadir dalam P20. Di mana terdiri dari 20 ketua parlemen negara anggota G20 dan 16 ketua parlemen dari negara yang dianggap strategis untuk DPR.

Berita Terkait : Gelar Konas Di Jayapura, GMKI Akan Bahas Isu Nasional Hingga Daerah

“Seperti Fiji yang menjadi Ketua Pacific Forum. Juga Ketua African Forum dan sejumlah negara yang bukan anggota G20,” ujar Endah dalam keterangannya, kemarin. ■