Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Hadapi Ancaman Gelombang Keempat
Lestari: Perlu Kolaborasi Putus Rantai Penyebaran Covid-19
Jumat, 18 November 2022 09:50 WIB
Sebelumnya
Wakil Ketua Badan Penanggulangan Bencana PPNI, Jajat Sudrajat berpendapat pandemi Covid-19 saat ini hanya sekadar nama, karena perilaku masyarakat sudah seperti masuk endemi.
Liburan akhir tahun yang akan memicu pergerakan orang dan peryebaran virus, ujar Jajang, harus diantisipasi oleh pengelola tempat-tempat wisata dengan mengaktifkan kembali persyaratan protokol kesehatan di lokasi wisata, seperti perbaikan sarana kebersihan, tempat cuci tangan dan pembatasan pengunjung, serta pengaturan jam opersional.
Selain itu, tambah Jajang, optimalisasi kegiatan di ruang terbuka dan prioritaskan pembayaran nontunai bisa diterapkan untuk kurangi kontak fisik.
Menghadapi libur akhir tahun, Jajang menghimbau agar para tenaga kesehatan terus meningkatkan kapasitas dan kemampuannya terkait penanganan Covid-19. Selain itu, ujarnya, para tenaga kesehatan juga harus selalu mematuhi standar operasional prosedur dengan mengedapankan aspek kebersihan dan kesehatan.
Baca juga : COP-27, Menteri Siti Dorong Aksi Kolaborasi Atasi Perubahan Iklim
Direktur Eksekutif PFI, Hamid Abidin mengungkapkan pihaknya selama ini ikut membantu masyarakat adat dan kelompok rentan dalam mengakses vaksin Covid-19.
Karena, ujar Hamid, masyarakat adat dan kelompok rentan banyak menghadapi kendala dalam upaya mengakses vaksin, seperti karena faktor lokasi yang terpencil, keterbatasan fisik atau yang paling berat karena mereka termakan berita hoax.
Menurut Hamid, masyarakat adat termasuk kelompok yang rentan terhadap penularan Covid-19, karena di masa liburan kerap kali kawasan-kawasan wisata yang merupakan tempat tinggal masyarakat dikunjungi wisatawan yang berpotensi membawa virus.
Karena itu, Hamid mendorong semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan kemudahan bagi masyarakat adat dan kelompok rentan dalam menghadapi hambatan dalam mengakses vaksin Covid-19 dan kebutuhan spesifik mereka.
Baca juga : Mas Menteri: Perkuat Kolaborasi Untuk Transformasi Pendidikan Lebih Baik
Ketua Satuan Tugas Peduli Covid-19 Nahdlatul Ulama, Muhammad Makky Zamzami berpendapat pola kerja sama penta helix yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 pada waktu lalu, harus diterapkan dalam mengantisipasi potensi lonjakan saat masa liburan akhir tahun.
Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Makky berharap, tidak ada lagi berita-berita hoax dengan membangun pola komunikasi untuk meningkatkan kepercayaan publik, sehingga masyarakat memahami bahwa saat ini masih terjadi pandemi Covid-19 dan harus bersama-sama untuk menanganinya.
Jurnalis bidang kesehatan, Atika Walujani Moedjiono mengungkapkan hampir tiga tahun kita hidup bersama Covid-19 dan virus itu terus bermutasi berlomba dengan masyarakat yang bertahan hidup.
Atika berpendapat masyarakat perlu menjalani tata kehidupan baru (new normal) seiring dengan penyebaran Covid-19 yang memaksa perubahan cara hidup manusia. Atikah sepakat dengan pemberlakuan kebijakan yang dinamis, karena perkembangan pandemi Covid-19 juga dinamis.
Baca juga : Lestari: Kolaborasi Penting Wujudkan Pengurangan Risiko Bencana
Sehingga, tegasnya, peran aktif media sangat diperlukan untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam ikut serta mengendalikan penyebaran Covid-19. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya