Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Bank Indonesia (BI). Tak tanggung-tanggung bank pelat merah tersebut sabet lima penghargaan sekaligus dari BI.
Satu di antara penghargaan yang diberikan yaitu Bank Mandiri didaulat sebagai bank yang konsisten memajukan model transaksi keuangan berbasis aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto menilai, raihan penghargaan yang diterima ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri memiliki kredibilitas dan komitmen yang kuat dalam membaca arah perkembangan zaman khususnya di sektor keuangan. Dia pun mengucapkan selamat atas penghargaan yang diraih tersebut.
Baca juga : TRAS N CO Beri Penghargaan Kepada Berbagai Pimpinan Perusahaan
Darmadi menuturkan, perubahan perilaku atau behavior masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan dari model konvensional ke era digital memang tak bisa dihindari saat ini. Selain memudahkan di tengah budaya masyarakat dengan mobilitas tinggi, model keuangan digital merupakan cara efektif dan efisien di era serba digital saat ini. "Saya kira bank Mandiri cukup peka menangkap peluang itu," ucapnya, kemarin.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini juga memberikan apresiasi atas kinerja transaksi keuangan melalui aplikasi QRIS Bank Mandiri yang pertumbuhannya cukup signifikan. Dari data yang diperoleh, sampai akhir Oktober 2022 ini, total transaksi QRIS Bank Mandiri tembus di angka 18,7 juta transaksi, meningkat 326 persen secara tahunan dengan volume transaksi yang tumbuh 520 persen secara tahunan menjadi Rp 2,6 triliun.
"Ini satu pencapaian yang sangat luar biasa. Pertumbuhan transaksi keuangannya tumbuh pesat," ujar Darmadi yang juga merupakan Ascociate Profesor ini.
Baca juga : Pengusaha Minta Diturunin, Buruh Maunya Dinaikin
Darmadi pun menyarankan agar nilai transaksi keuangan meningkat lebih tajam lagi ke depannya, Bank Mandiri harus menggenjot sosialisasi penggunaan QRIS terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM.
"Bayangkan pelaku UMKM kita mencapai 60 juta orang. Kalau pangsa pasar ini bisa ditembus, saya kira nilai transaksi keuangan menggunakan QRIS akan naik berlipat-lipat. Bank Mandiri harus gencar melakukan sosialisasi ke pelaku UMKM," sambung Bendahara Megawati Institute ini.
Di sisi lain, lanjut dosen Fakultas Ekonomi Institute Wiyatamandala Business School itu, penggunaan QRIS bagi UMKM juga bisa mendatangkan value added atau keuntungan tambahan bagi mereka dalam menjalankan usahanya. Hanya saja, kata dia, kemudahan dan keunggulan transaksi menggunakan skema QRIS belum begitu merata pemahamannya di kalangan para pelaku UMKM. Padahal manfaatnya cukup banyak.
Baca juga : APHTN-HAN: Sahkan RPP Penyelenggaraan Daerah Berbasis Data Presisi
Menurutnya, ada empat manfaat yang diterima para pelaku UMKM melalui penggunaan QRIS ini. Pertama, penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima pembayaran berbasis QR apapun. Kedua, meningkatkan branding. Ketiga, lebih praktis karena cukup menggunakan satu QRIS. Keempat, terhindar dari uang palsu.
"Dan banyak lagi manfaat lainnya menggunakan QRIS. Nah ini harus jadi concern Bank Mandiri agar UMKM bermigrasi ke pola transaksi keuangan yang lebih safety, efisien dan modern," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya