Dewan Pers

Dark/Light Mode

250 Ribu Mahasiswa Terpapar Narkoba

Selamatkan Generasi Muda

Senin, 23 Januari 2023 07:45 WIB
Anggota Komisi III DPR Benny K Harman. (Foto: Antara)
Anggota Komisi III DPR Benny K Harman. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR Benny K Harman menuturkan, pemberantasan narkoba di desa, kabupaten, provinsi, hingga lingkungan kampus mesti terus dilakukan. Tapi yang utama, aparatnya kudu bersih juga. Akan menambah masalah jika aparat penegak hukumnya ikut bermasalah.

“Kalau itu tidak bisa ditangani, saya tidak yakin Desa Bersinar (Bersih Narkoba), Kampus Bersinar, Negara Bersinar. Sebab teman-teman (aparat penegak hukum) yang kita andalkan untuk memberantas penyakit ini justru di sana masalahnya,” jelas politisi asal Nusa Tenggara Timur ini (NTT) ini.

Dia mencatat, dari populasi mahasiswa yang saat ini kurang lebih mencapai 8 juta jiwa, 250 ribu di antaranya terpapar narkoba. “Jadi kampus-kampus sekarang tidak hanya terpapar anti demokrasi tapi juga terpapar narkoba. Saya tidak bisa bayang­kan masa depan bangsa ini kalau mahasiswanya begitu,” ujarnya.

Dia menduga, salah satu pe­nyebab tingginya peredaran narkoba mahasiswa ini akibat tekanan terhadap kampus. Ke­hidupan mahasiswa terkekang, gerak-geriknya dibatasi sehingga membuka celah masuknya nar­koba ke kalangan mahasiswa.

Berita Terkait : Juara Malaysia Terbuka, Fajar/Rian Buktikan Peringkat 1 Dunia

“Jadi penting sekali maha­siswa itu jangan dibatasi geraknya. Biarkan mereka demo, daripada terpapar narkoba gitu. Kampus-kampus merdeka,” ujar politisi Fraksi Demokrat ini.

Dia menuturkan, kehidupan mahasiswa sekarang kini sangat berbeda. Dulu lingkungan kam­pus sangat bebas dalam berdis­kusi baik dalam melontarkan kritik ke Pemerintah hingga demonstrasi turun ke jalan. Kontras dengan situasi saat ini yang rentan terpapar narkoba. “Sekarang tidak. Mainannya yang paling empuk ya jualan narkoba,” jelasnya.

Untuk itu, dia meminta ke­pada Badan Narkotika Nasional (BNN) agar gencar dalam melakukan aksi pencegahan dan kampanye anti narkoba ke kalangan mahasiswa dan kam­pus. Dengan demikian, mahasiswa kita selamat, generasi muda terjamin dan masa depan bangsa Indonesia juga bisa lebih lebih baik.

Jika tidak, sumber daya manu­sia Indonesia terancam dan sela­manya tenaga kerja kita akan ka­lah dari para tenaga kerja asing (TKA). “Bahaya ini bisa kayak seperti yang di Marowali. Atau jangan-jangan teman-teman TKA yang bawa (narkoba, red). Kita tidak tahu,” tambah dia.

Berita Terkait : 22 WNI Diselamatkan Dari Hukuman Mati

Sementara itu, Kepala BNN Petrus Reinhard Golose menu­turkan capaian lembaga yang dipimpinnya selama tahun 2022. Untuk bidang pencegahan, pi­haknya menyasar program ke­tahanan desa melalui kegiatan Desa Bersinar.

Adapun di tahun 2022, BNN sudah membentuk Desa Bersinar sebanyak 588 desa di mana ter­dapat kenaikan 242 desa dari ta­hun sebelumnya. “Dalam rangka mendukung Desa Bersinar juga telah diterbitkan 329 regulasi,” jelasnya.

Pihaknya juga menyelenggarakan program ketahanan ke­luarga sebanyak 1.040 keluarga. Kemudian ketahanan diri remaja melalui penyebaran informasi edukasi dengan kegiatan utama kepada pengembangan soft skill di 34 SMP-SMU sederajat. Ini ditindaklanjuti secara man­diri oleh sekolah kepada 4.590 siswa.

BNN juga melakukan pelati­han terhadap 1.730 remaja dalam bersosialisasi dan berkomuni­kasi dengan dibekali kemam­puan untuk mengenali diri dan mempengaruhi teman sebayanya dalam menolak narkoba. Di samping itu juga dilakukan kerja sama dan kampanye War on Drugs secara masif.

Berita Terkait : Jadwal SIM Keliling 7 Januari Hadir Di Kantor Kecamatan Bekasi Barat

“Upaya ini untuk meningkat­kan kesadaran dan kepedulian akan bahaya narkoba melalui berbagai cara termasuk dengan penyelenggaraan event kesenian maupun olahraga skala na­sional maupun internasional,” ujarnya. ■