Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pimpinan MPR Diusulkan 10 Orang, Mau Wakili Rakyat Apa Mau Main Bola?
Rabu, 14 Agustus 2019 09:18 WIB
Sebelumnya
Politikus Golkar Bobby Adhityo Rizaldi menyebut penambahan kursi pimpinan sebagai pemborosan. Dia bilang, esensi perubahan UU MD3 adalah perampingan pimpinan agar lebih efektif fan efisien.
Karena itu, ia minta jangan ada lagi intervensi demi kepentingan politik. “Masa (UU MD3) belum dilaksa- nakan mau diubah lagi,” kata Bobby.
Wasekjen PPP Indra Hasibuan menolak tegas. Dia bilang, sudah dua kali UU MD3 direvisi untuk mengakomodir kepentingan politik. Ia berharap, hal itu tidak kembali terjadi di periode ini.
“Jadi mari kita ikuti mekanisme yang ada dalam UU MD3,” ucapnya.
Baca juga : PLN Terus Pulihkan Aliran Listrik, Sebagian Wilayah Sudah Normal
Waketum Demokrat Syarif Hasan mengingatkan agar kesepatakan soal kursi pimpinan MPR yang tertuang dalam UU MD3 dijalankan. Kata dia, penambahan kursi pimpinan MPR memperburuk wajah demokrasi kare- na dianggap sebagai ajang bagi-bagi kekuasaan. “Nanti akan muncul kesan MPR ini kok tempat bagi-bagi kekuasaan,” kata Syarief.
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno ikut menolak usulan itu. Kata dia, jangan karena khwatir tak dapat kursi pimpinan, lantas sebentar-sebentar mengganti UU MD3.
Ia mengingatkan, jangan sampai UU MD3 direvisi untuk yang ketiga kali. “Jangan biarkan birahi politik langsung dikonversi sebagai regulasi. Nanti kita tidak dapat mem- bangun institusi politik yang kredibel,” kata Hendrawan.
Pengamat politik dari UNJ Ubedillah Badrun menilai usulan itu sangat pragmatis. Hanya untuk bagi-bagi kekuasaan. Dia melihat, tidak ada alasan mendesak untuk menambah kursi pimpinan MPR.
Baca juga : Ketua MPR untuk Golkar, Cak Imin Ikhlas?
Dia khawatir, kalau usulan itu direalisasikan tidak ada lagi anggota parlemen yang kritis terhadap pemerintah. “Dan ini akan menjadi bencana demokrasi,” kata Ubed, saat dikontak, kemarin.
Senada disampaikan Direktur Center For Budget Analisyst (CBA) Uchok Sky Khadafi. Dia melihat, usulan itu dilontarkan oleh pihak yang takut kehi- langan kursi pimpinan MPR.
Menurut dia, penambahan kursi akan dianggap sebagai bentuk penambahan pemborosan. Dengan penambahan pimpinan artinya ada penambahan anggaran untuk gaji pimpinan dan fasilitas. Dan anggaran untuk itu tak sedikit.
Uchok menilai, tak ada alasan penting untuk menambah kursi pimpinan selain bermain-main dengan kekuasaan.
Baca juga : Pimpinan MPR Mendatang Punya Tugas untuk Amandemen UUD
“Orang akan berpikir, MPR ini mau kerja atau mau main bola,” kata Uchok. Apalagi, tambah dia, selama ini tugas MPR juga tidak berat. Yaitu hanya sosialisasi Empat Pilar MPR.
“Lebih baik partai politik memikirkan ekonomi masyarakat yang sedang ngos-ngosan, semua dipajakin dan susah menjari kerja,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya