Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penunjukan Bulog Dipersoalkan
Impor Bawang Putih Apa Ada “Hitamnya”?
Rabu, 27 Maret 2019 08:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mengendus potensi pelanggaran dalam keputusan penunjukan Perum Bulog sebagai importir bawang putih. Terindikasi ada praktik perdagangan tidak fair.
Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih mengungkapkan, ada indikasi persaingan dagang tidak sehat dalam penunjukan Perum Bulog sebagai importir bawang putih.
Baca juga : Impor Daging & Sapi Semoga Bisa Ditekan
Penunjukan itu berpotensi menimbulkan perbedaan perlakuan antara Bulog dengan pengimpor lainnya. Dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Rekomendasi Impor Produk Holtikultura, importir diwajibkan untuk melakukan penanaman bawang putih sebesar 5 persen dari total kuota impor.
“Namun pada impor yang dilakukan oleh Bulog, ketentuan itu (menanam bawang putih) tidak diwajibkan,” ungkap Guntur di Surabaya, kemarin.
Baca juga : Pilih 01 Putih Apa 02 Hitam?
Guntur menuturkan, pihaknya akan memanggil Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengkonfirmasi masalah ini. Pihaknya juga akan menanyakan apakah benar terjadi kelangkaan.
Seperti diketahui, keputusan impor bawang putih diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Senin (18/3).
Baca juga : Mafia Impor Bawang Putih Masih Gentayangan Tuh!
Rakortas menunjuk Bulog sebagai pelaksana impor. Kebutuhan bawang putih impor diproyeksi mencapai 100.00 ton. Keputusan tersebut diambil mempertimbangkan tingginya harga bawang putih yang mencapai Rp 45.000 per kilogram (kg), padahal normalnya hanya Rp 35.000 per kg.
Impor juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada bulan Ramadan yang tinggal satu bulan lagi. Kini, dengan ditemukannya kejanggalan penunjukan impor, proses impor bawang putih terancam molor.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya