Dark/Light Mode

Ibu Dan Bayi Ditolak RSUD Subang

DPR Minta Pasien Yang Kritis Segera Ditangani

Kamis, 9 Maret 2023 07:45 WIB
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher. (Foto: DPR)
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher. (Foto: DPR)

 Sebelumnya 
“(Adanya peristiwa ini) menunjukkan sistem pelayanan kesehatan yang masih sangat kacau di negeri ini,” kritik Putih dalam keterangannya, kemarin.

Putih menyayangkan alasan yang disampaikan RSUD Ciereng, Subang, soal kamar penuh. Setiap rumah sakit harus mengutamakan prinsip kedaruratan pasien.

“Rumah sakit tidak boleh menolak pasien dalam kondisi kritis. Mereka seharusnya menjalankan tata laksana pelayanan kedaruratan pasien dulu baru merujuk ke faskes lain,” tegasnya.

Baca juga : DPR Minta Presiden Segera Cari Pengganti Amali

Politikus Gerindra ini mendesak Kemenkes segera mengevaluasi sistem rujukan di berbagai daerah. Selain itu, RS di daerah yang terbukti melakukan kelalaian pelayanan kesehatan untuk diberi hukuman seperti tidak lagi diberikan dukungan dari APBN.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang Maxi membantah kabar soal penolakan RSUD Ciereng Subang kepada ibu hamil bernama Kurnaesih (39) karena belum menerima rujukan BPJS dari Puskesmas Tanjungsiang.

“Hasil pertemuan kami dengan pihak bidan desa, bidan Puskesmas, dan bidan Rumah Sakit (RS) tidak ada hal seperti itu,” kata Maxi dalam keterangannya, kemarin.

Baca juga : Kunjungi Cianjur, Wamenkes Minta Fasilitas Kesehatan Yang Rusak Diperbaiki

Maxi menjelaskan, informasi yang diperoleh Dinkes Kabupaten Subang adalah sebenarnya pihak RSUD tidak mempunyai ruang kosong untuk ICU.

“Jadi ‘tidak dilayani’ itu dengan alasan bahwa memang pasien butuh ICU setelah operasi. Dan ICU sedang penuh,” kilahnya.

Maxi menegaskan, pihaknya sudah meminta klarifikasi langsung kepada pihak RSUD Subang terkait dengan kasus meninggalnya ibu yang hendak melahirkan.

Baca juga : Bisa Mandi Sendiri Di Rutan, KPK Pastikan Lukas Enembe Sehat

“Saya secara pribadi maupun atas nama Dinas Kesehatan menyampaikan rasa berbelasungkawa dan keprihatinan yang dalam,” pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.