Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lestari Desak Kompetensi Dan Kesejahteraan Guru Ditingkatkan
Rabu, 22 November 2023 20:00 WIB
Sebelumnya
Anggota Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru mengungkapkan, sebenarnya pada APBN 2024 mendatang sudah ada peningkatan anggaran pendidikan yang dikelola Kemendikbudristek sebesar Rp 18 triliun, dari Rp 81 triliun pada APBN 2023 menjadi Rp 97, 9 triliun pada APBN 2024.
Namun, tegas Ratih, nilai tersebut terbilang kecil untuk anggaran pendidikan di Indonesia. Diakui Ratih, saat ini di DPR sedang berproses pembentukan Panja terkait alokasi anggaran pendidikan 20 perse. APBN setidaknya 50 persen dari alokasi tersebut bisa dikelola langsung oleh Kemendikbudristek dan bisa dialokasikan untuk kepentingan persekolahan.
Baca juga : Ketua BPK Pimpin Panel Eksternal Auditor PBB Di Amerika
Selain itu, ungkap Ratih, berbagai tantangan yang cukup signifikan dihadapi untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif, antara lain terkait data jumlah guru yang tidak akurat sehingga berpotensi menimbulkan masalah.
Ratih berpendapat keberlanjutan karier guru yang sudah lama mengabdi di bidang pendidikan juga harus mendapat perhatian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru.
Baca juga : Nestlé BEAR BRAND Ajak Publik Peduli Kesehatan Tubuh Saat Pancaroba
Ratih juga sepakat bahwa mewujudkan pendidikan yang inklusif tidak semata ditujukan bagi peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus, lebih dari juga harus menjangkau peserta didik yang memiliki keterbatasan finansial.
Selain itu, tambah dia, pendidikan inklusif membutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung untuk mempermudah proses belajar mengajar.
Baca juga : DPR Apresiasi Kinerja Dan Kesiapan Nataru Pertamina
Kesenjangan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang terjadi antara wilayah Indonesia bagian Barat dan Indonesia bagian Timur, tegas Ratih, juga menjadi salah satu kendala dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan inklusif.
Pemerintah, tegas dia, juga harus mau berinvestasi untuk sektor pendidikan nasional dalam bentuk peningkatkan kualitas para guru di tanah air.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya