Dark/Light Mode

HUT ke-4 Kelompencapir, Bamsoet Dorong Peningkatan Keuangan Syariah

Jumat, 2 Februari 2024 20:34 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo memberikan kata sambutan secara dari dalam Seminar dalam rangka HUT ke-4 Kelompencapir, dari Kebumen, Jumat (2/2). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo memberikan kata sambutan secara dari dalam Seminar dalam rangka HUT ke-4 Kelompencapir, dari Kebumen, Jumat (2/2). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan peran obligasi syariah dalam menopang pertumbuhan ekonomi pada sektor riil tercermin dari kontribusi ekonomi syariah pada perekonomian nasional. Merujuk pada data yang dirilis Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchanges (ICDX), transaksi syariah pada 2024 diproyeksikan mencapai Rp 2,3 triliun.

"Proyeksi kenaikan tersebut naik dari realisasi 2023 senilai Rp 1,2 triliun. Optimisme ini mengacu pada data transaksi komoditas syariah 2023 sebesar Rp 1,2 triliun yang mengalami pertumbuhan sebesar 54 persen dibandingkan 2022, dengan total transaksi mencapai Rp 785 miliar," ujar Bamsoet, saat Seminar dalam rangka HUT ke-4 Kelompencapir dan sekaligus Peluncuran Buku “Kapita Selekta Hukum Perdata dan Kenotariatan" secara daring dari Kebumen, Jumat (2/2).

Baca juga : Bupati Tabanan Dorong Perangkat Daerah Ciptakan Inovasi Bermanfaat

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, pembiayaan melalui obligasi syariah dapat mendorong kegiatan ekonomi sektor riil. Karena obligasi syariah menjadi investasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

"Sektor riil yang antara lain meliputi pertanian, industri, pertambangan, pariwisata, dan konstruksi, menjadi prioritas karena selain membantu penciptaan lapangan pekerjaan, juga memiliki kontribusi penting sebagai sumber penerimaan negara melalui pajak dan retribusi. Selain menopang pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan," kata Bamsoet.

Baca juga : Sesjen Kemendikbudristek Serukan Peningkatan Kinerja Organisasi Lewat Kolaborasi

Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Alumni Doktor Ilmu Hukum Unpad ini menambahkan, saat ini peluang jasa keuangan dan ekonomi berbasis syariah sangat terbuka lebar. Dengan pertumbuhan kelas menengah yang berkembang pesat, kebutuhan untuk berinvestasi dan menggunakan layanan jasa keuangan pun semakin beragam. Termasuk di dalamnya obligasi syariah yang diprediksi juga akan semakin meningkat. Besarnya peluang pertumbuhan ekonomi berbasis syariah ini juga ditopang oleh fakta bahwa mayoritas (86,7 persen) penduduk Indonesia, atau sekitar 277,5 juta jiwa, adalah Muslim.

"Namun, kesadaran masyarakat memanfaatkan jasa keuangan berbasis syariah masih perlu dibangun. Di saat yang sama, kualitas layanan jasa dan kemudahan akses keuangan syariah juga harus terus ditingkatkan. Jika kita mampu memanfaatkan momentum ini dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi pusat perkembangan keuangan syariah di tingkat regional dan dunia," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.