Dark/Light Mode

Data Masih Jadi Perdebatan

Daerah Serius Perangi Stunting

Sabtu, 18 Mei 2024 07:20 WIB
Anggota Komisi IX DPR Sri Meliyana. Foto: Dok/Man
Anggota Komisi IX DPR Sri Meliyana. Foto: Dok/Man

 Sebelumnya 
Politisi Fraksi Gerindra ini mengatakan, akhir Mei 2024, Presiden Jokowi akan mengumumkan capaian Pemerintah dalam mengatasi stunting. Angka itu yang nantinya akan menjadi capaian Pemerintah dalam mencapai target penu­runan stunting.

“Apakah 14, 15, 30 (persen), kita tidak tahu. Bahkan menurut laporan, ada yang 50 persen. Menurut apa, saya nggak tahu,” katanya.

Untuk itu, dia mendorong agar seluruh pihak bersama untuk menyelaraskan data stunting ini, sehingga ada data yang benar-benar bisa digunakan ber­sama terhadap hasil yang telah dicapai terhadap penurunan stunting yang telah dilakukan 4 tahun ini.

Baca juga : PKB Dorong Kiai Marzuki Saingi Kekuatan Khofifah

“Karena bicara persentase ini terkait anak manusia Pak. Begitu bicara 20 persen (penu­runan stunting), berarti 1 dari 5 yang lahir itu stunting. Bukan angka, realisasi yang kita kerjakan 5 tahun ini yang nantinya 5 tahun ke depan kelihatan,” tegasya.

Dia juga memastikan upaya penurunan stunting ini tidak ada hubungan dengan program makan siang yang akan digagas oleh Pemerintahan yang akan datang. Sebab, program makan siang ini ditujukan untuk anak sekolah. Sementara program stunting ini dimulai sejak bayi dalam kandungan hingga seribu hari pertama lahir.

Stunting ini populer, tapi populer saja hasil kerjanya. (Tapi) untuk angka saja belum bisa bersepakat. Ayolah kalau memang kita mulai mengangap ini prihatin,” jelasnya.

Baca juga : Saingi Singapura, RI Bakal Dilirik Investor

Dia menegaskan, DPR menaruh perhatian besar pada tar­get penurunan stunting. Makanya, ketika program penurunan stunting ini membahas anggaran, pihaknya selalu menyeru­kan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR untuk memasti­kan penganggaran ini dilakukan secara benar dan tepat, sesuai target Pemerintah.

“Seperti program PKH (Pro­gram Keluarga Harapan) yang anggarannya 20 sampai 30 triliun rupiah, benar nggak PKH itu keluarnya tuh gizi. Tapi yang terjadi, itu keluarnya pulsa, rokok, dan lain-lain. Jadi menurut saya, ayolah implemen­tasinya kita pastikan,” pungkas­nya. KAL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 6, edisi Sabtu, 18 Mei 2024 dengan judul "Data Masih Jadi Perdebatan Daerah Serius Perangi Stunting"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.