Dark/Light Mode
Diungkap Wakil Ketua Komisi X DPR
Biaya Kuliah Kedokteran Seharga Mobil Alphard
Sebelumnya
Budi mengatakan, di negara-negara yang hampir miskin atau upper middle income country, jumlah dokter per populasi adalah satu banding seribu. Dengan demikian, rasio dokter di Indonesia perlu naik 0,5 persen untuk memenuhi angka tersebut.
“Bila populasi penduduk sebesar 280 juta, maka dibutuhkan 140 ribu dokter lagi dan jika setahun kita memproduksi 12 ribu dokter, maka butuh 10 tahun untuk mencapai rasio itu,” tuturnya.
Di media sosial X, netizen juga mengeluhkan mahalnya biaya kuliah kedokteran.
Baca juga : Banteng Jabar Masukkan Susi Pudjiastuti Di Plan B
Akun @nisaswiftie135 mengatakan, biaya kuliah kedokteran sangat mahal. Seolah jurusan itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang berduit.
“Kuliah untuk jadi dokter itu mahal, mau jadi nakes juga nggak murah. Kalau dari keluarga kaya masih mending. Kalau dari keluarga pas-pasan? Terus, nggak dikasih kerja layak setelah lulus? Lalu, harus kuliah profesi lagi sebelum umurnya ketuaan,” tulisnya.
Akun @Wortelbersynar menambahkan, selain biaya kuliah, mahasiswa kedokteran juga akan diribetkan dengan koas dan biaya pendidikan spesialis yang lebih tinggi lagi. “Tolonglah dipahami kuliah kedokteran tuh mahal, belum lagi koas dan kalau mau lanjut pendidikan perlu biaya ratusan juta lagi,” cuitnya.
Baca juga : Lifting Minyak Dan Gas Diharapkan Meningkat
Akun @Syeikhleebit menyatakan, selain jurusan kedokteran, jurusan lain di rumpun ilmu kesehatan, juga dibebani dengan biaya kuliah yang tinggi. Kemudian, setelah lulus sarjana, harus lanjut ke pendidikan profesi.
“Buat jadi perawat, sekarang alurnya dibikin sama kayak FK, kuliah wajib S1, dan lanjut pendidikan profesi buat dapet STR, agar bisa memperpanjang SIP. Apoteker juga sama, temenku yang lulusan farmasi, kehalang biaya kuliah, akhirnya mutusin nggak lanjut pendidikan profesi,” ujarnya.
Sementara, akun @ryukasma mengaku prihatin mahalnya biaya kuliah, hingga membuat banyak orang gagal ke perguruan tinggi. “Di banyak keluarga, tidak semua anak bisa mengecap bangku kuliah karena keterbatasan biaya. Jadinya, mereka buat sistem gotong royong, anak tertua dikuliahin, saat sudah kerja, dia biayain adik-adiknya. Terbentuk lagi generasi sandwich baru,” keluhnya.
Baca juga : Awas, Urusan Migor Bikin Inflasi Pangan Meroket
Akun @maulitaass memiliki pandangan berbeda. Dia menilai, mahalnya biaya kuliah merupakan bentuk lepas tangan pemerintah terhadap sektor pendidikan.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 20 Juni 2024 dengan judul Diungkap Wakil Ketua Komisi X DPR, Biaya Kuliah Kedokteran Seharga Mobil Alphard
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.