Dark/Light Mode

Diungkap Wakil Ketua Komisi X DPR

Biaya Kuliah Kedokteran Seharga Mobil Alphard

Kamis, 20 Juni 2024 07:25 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf. (Foto: Dep/vel)
Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf. (Foto: Dep/vel)

 Sebelumnya 
Budi mengatakan, di nega­ra-negara yang hampir miskin atau upper middle income coun­try, jumlah dokter per popu­lasi adalah satu banding seribu. Dengan demikian, rasio dokter di Indonesia perlu naik 0,5 persen untuk memenuhi angka tersebut.

“Bila populasi penduduk sebe­sar 280 juta, maka dibutuhkan 140 ribu dokter lagi dan jika setahun kita memproduksi 12 ribu dokter, maka butuh 10 tahun untuk men­capai rasio itu,” tuturnya.

Di media sosial X, netizen juga mengeluhkan mahalnya biaya kuliah kedokteran.

Baca juga : Banteng Jabar Masukkan Susi Pudjiastuti Di Plan B

Akun @nisaswiftie135 men­gatakan, biaya kuliah kedokteran sangat mahal. Seolah jurusan itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang berduit.

“Kuliah untuk jadi dokter itu mahal, mau jadi nakes juga ng­gak murah. Kalau dari keluarga kaya masih mending. Kalau dari keluarga pas-pasan? Terus, nggak dikasih kerja layak setelah lulus? Lalu, harus kuliah profesi lagi se­belum umurnya ketuaan,” tulisnya.

Akun @Wortelbersynar me­nambahkan, selain biaya kuliah, mahasiswa kedokteran juga akan diribetkan dengan koas dan biaya pendidikan spesialis yang lebih tinggi lagi. “Tolonglah dipahami kuliah kedokteran tuh mahal, belum lagi koas dan ka­lau mau lanjut pendidikan perlu biaya ratusan juta lagi,” cuitnya.

Baca juga : Lifting Minyak Dan Gas Diharapkan Meningkat

Akun @Syeikhleebit menyatakan, selain jurusan kedokteran, jurusan lain di rumpun ilmu kes­ehatan, juga dibebani dengan bi­aya kuliah yang tinggi. Kemudian, setelah lulus sarjana, harus lanjut ke pendidikan profesi.

“Buat jadi perawat, sekarang alurnya dibikin sama kayak FK, kuliah wajib S1, dan lanjut pendi­dikan profesi buat dapet STR, agar bisa memperpanjang SIP. Apoteker juga sama, temenku yang lulusan farmasi, kehalang biaya kuliah, akhirnya mutusin nggak lanjut pendidikan profesi,” ujarnya.

Sementara, akun @ryukas­ma mengaku prihatin mahalnya biaya kuliah, hingga membuat banyak orang gagal ke perguru­an tinggi. “Di banyak keluarga, tidak semua anak bisa mengecap bangku kuliah karena keterba­tasan biaya. Jadinya, mereka buat sistem gotong royong, anak tertua dikuliahin, saat sudah kerja, dia biayain adik-adiknya. Terbentuk lagi generasi sand­wich baru,” keluhnya.

Baca juga : Awas, Urusan Migor Bikin Inflasi Pangan Meroket

Akun @maulitaass memiliki pandangan berbeda. Dia me­nilai, mahalnya biaya kuliah merupakan bentuk lepas tangan pemerintah terhadap sektor pen­didikan.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 20 Juni 2024 dengan judul Diungkap Wakil Ketua Komisi X DPR, Biaya Kuliah Kedokteran Seharga Mobil Alphard

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.