Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak para jurnalis menjalankan dan taat terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menyiarkan berita. Pria yang pernah menjalankan profesi sebagai wartawan, antara lain menjadi Pemimpin Redaksi Suara Karya ini menyatakan, dalam KEJ tegas diatur, wartawan menyiarkan berita yang akurat, berimbang, independen dan tidak beritikad buruk.
Bamsoet menyesalkan ada wartawan yang masih mengangkat soal S2 dirinya yang terlebih dahulu dia peroleh dan baru kemudian mendapat S1, dengan menghilangkan riwayat pendidikan sarjana muda dirinya. Bamsoet menerangkan, berita itu tidak utuh dan bersifat insinuatif. "Sehingga publik mendapatkan informasi yang menyesatkan," ujar Bamsoet, di Jakarta, Minggu (7/7/24).
Baca juga : Update Haji 7 Juli: 394 Jemaah Wafat, Mayoritas Berusia di Atas 71 Tahun
Bamsoet mengungkapkan, beberapa minggu lalu sengaja mengundang ketemu dengan redaksi media yang dimaksud. Dalam pertemuan dan obrolan santai, dia sudah menjelaskan dirinya menyelesaikan pendidikan Sarjana Muda tahun 1985 di Akademi Akuntansi Jayabaya.
“Pada masa itu, siapa pun yang sudah menyelesaikan Sarjana Muda, bisa melanjutkan pendidikan S2 dengan tambahan keterangan pengalaman kerja,” ucap Bamsoet, mengulang penjelasannya dalam obrolan itu.
Baca juga : Promosi Wisata, Jurnalis Asing Diajak Muter Jakarta
Sehingga, tambah Bamsoet, dia dapat melanjutkan S2 dengan menambahkan keterangan kerja sebagai wartawan dan sekretaris redaksi. Keterangan itu sudah dia berikan agar dapat memahaminya dengan lengkap.
"Kenyataannya, hal ini justru malah tidak dimuat, baik dalam pemberitaan di majalah, di online, maupun di kanal YouTubenya,” tuturnya.
Baca juga : Bamsoet Apresiasi Al Ghazali Ramaikan Dunia Drifting Indonesia
Dalam konteks inilah, Bamsoet menyatakan, patut diduga ada pelanggaran KEJ. “Berita tersebut sudah di-framing dan cenderung sengaja melakukan pembunuhan karakter,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya