Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ditemukan Mbak Titiek, Dibenarkan Amran
Ada Beras Berkutu Di Gudang Bulog
Kamis, 13 Maret 2025 08:00 WIB
Sebelumnya
Mendengar keluhan Titiek, Mentan Amran pun mengkonfirmasinya. Ia mengakui memang ada sekitar 100 ribu sampai 300 ribu ton beras sisa impor di gudang Bulog yang sudah tak layak konsumsi.
“Ini sudah masuk list, termasuk Yogya. Kami akan minta lagi untuk dipercepat di Yogya,” aku Amran.
Amran menjamin beras impor itu tidak didistribusikan. Temuan itu juga telah dibahas dalam rapat koodinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait pangan. Selain itu, Amran juga akan segera menghubungi Direktur Utama Perum Bulog Novi Helmy Prasetya untuk menindaklanjuti masalah tersebut.
Baca juga : Ardi Manto Adiputra: Ada Kemungkinan Bakal Digugat Ke MK
“Nanti ini kita akan bahas, biasanya kita keluarin. Namun tidak boleh untuk masyarakat, tidak boleh untuk SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) atau bantuan (bansos),” sambung Amran.
Amran menjelaskan sesuai dengan prosedur, beras itu bisa saja dibiarkan sampai hancur. Namun, dia berkomitmen akan mengeluarkan beras tersebut dari gudang Bulog. “Karena tidak serta-merta langsung, busuk, kita keluarin. Ada slogannya biarkan hancur ini beras yang penting sesuai prosedur, itu sudah kita harus terima itu,” cetus Amran.
Dewan Pengawas Bulog sekaligus Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (Mas Dar) menyampaikan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke gudang yang ditunjuk Titiek. Sudaryono bahkan meminta Bulog melakukan penyortiran beras sesuai dengan kualitasnya.
Baca juga : Dave Laksono: Tak Ada Niatan Kembali Ke Orba
“Saya kan kebetulan juga Dewan Pengawas di Bulog, saya lagi cek ke sana, kita cek kualitasnya seperti apa,” jelas Mas Dar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Ia bilang, beras yang berkutu akan dipisahkan. Apabila tak layak konsumsi akan dialihkan untuk menjadi produk lain, misalnya pakan ternak. “Kalau memang yang sudah rusak sekali ya tentu saja mungkin tidak kita kasih ke orang. Harus kita ada cara lain apakah untuk pakan ternak atau apa,” urai politisi Gerindra itu.
Mas Dar merinci beras Bulog yang berkutu jumlahnya tak banyak. Tak sampai ratusan ribu ton. Namun, dia memastikan kejadian ini tidak akan sampai merugikan keuangan Bulog. Pihaknya juga akan meminta kepada Bulog untuk memperbaiki manajemen sirkulasi barang masuk keluar pada gudang-gudang beras.
Baca juga : Golkar Merasa Sudah Teruji
Dia berharap, jangan sampai ada beras-beras yang tersimpan lama dan akhirnya berkutu. Untuk itu, ia meminta manajemen sirkulasi beras jadi perhatian setelah adanya kejadian ini.
“Karena kan Bulog ini kan barangnya harus disirkulasikan. Barang masuk terus ada yang keluar. Jadi ya antisipasinya tentu saja kan dengan sirkulasi yang baik,” pungkasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya