Dark/Light Mode

Antisipasi Kemarau Panjang

Senayan Minta Pemerintah Percepat Langkah Mitigasi

Kamis, 6 Agustus 2026 07:05 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko.

 Sebelumnya 
"Jangan sampai krisis air berubah menjadi krisis kesejahteraan bagi para petani," tandas Rina di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dia mendesak Pemerintah segera menyalurkan bantuan air darurat untuk menyelamatkan tanaman yang terancam kekeringan. Dia juga menuntut adanya akselerasi pembangunan infrastruktur jangka panjang. Seperti rehabilitasi jaringan irigasi sekunder dan tersier, penambahan jumlah embung, pembuatan sumur bor di wilayah potensial, serta pemasangan jaringan perpipaan ke lahan pertanian.

Selain itu, Rina mendorong koordinasi lintas sektoral antara Kementan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemda, dan kelompok tani agar pemetaan wilayah rawan kekeringan dapat dilakukan secara proaktif. Harapannya sistem pemetaan dini mampu mencegah kerugian petani sebelum kerusakan tanaman terjadi secara masif.

Baca juga : Koperasi Desa Harus Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

“Pemerintah diminta bekerja secara ekstra, karena ancaman kekeringan tahun ini lebih panjang daripada tahun-tahun sebelumnya,” imbau politisi PKB ini.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengingatkan, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Fenomena El Nino juga akan terus bertahan hingga awal tahun 2027, dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen.

"Dampak El Nino sangat bergantung pada bagaimana kondisi panasnya laut di sekitar wilayah Indonesia. Jadi tidak serta-merta akan tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Ardhasena di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Baca juga : Pemerintah Sinergikan MBG, Dashat Dan Genting

Menurutnya, potensi kombinasi El Nino dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif yang diperkirakan muncul pada September hingga Desember 2026. Hal ini dapat memperparah kondisi kekeringan di berbagai daerah.

Untuk itu, ia mengimbau sektor pertanian untuk menyesuaikan pola tanam. Caranya dengan memilih varietas tahan kekeringan, pengelola sumber daya air memperkuat kesiapan infrastruktur, serta Pemda meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko karhutla dan penurunan kualitas udara. TIF

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Kamis, 6 Agustus 2026 dengan judul "Antisipasi Kemarau Panjang, Senayan Minta Pemerintah Percepat Langkah Mitigasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.