Dark/Light Mode

Komisi IV DPR Tekankan Pemulihan Karhutla di Way Kambas

Jumat, 4 September 2026 14:26 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi IV ke Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur, Lampung, Kamis (3/9/2026). (Foto: DPR)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi IV ke Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur, Lampung, Kamis (3/9/2026). (Foto: DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara menyeluruh di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung. Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga kesiapsiagaan, deteksi dini, mitigasi, hingga pemulihan kawasan pascakebakaran.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian ekosistem serta habitat satwa dilindungi yang berada di kawasan konservasi tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, TNWK memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Kawasan ini menjadi habitat sejumlah satwa dilindungi, seperti gajah sumatera, badak sumatera, dan harimau sumatera.

“Melalui kunjungan kerja ini, Komisi IV DPR RI ingin memastikan tiga hal penting. Pertama, kesiapsiagaan dan deteksi dini agar tidak terjadi kebakaran lagi,” ujar Abdul Kharis saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke TNWK, Lampung Timur, Lampung, Kamis (3/9/2026).

Baca juga : Karhutla di Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Aman

Menurutnya, aspek kedua yang menjadi perhatian adalah penanganan dan pemadaman ketika kebakaran terjadi. Hal tersebut mencakup berbagai kendala teknis maupun operasional yang dihadapi pengelola kawasan saat melakukan penanganan di lapangan.

Sementara itu, aspek ketiga adalah mitigasi dan pemulihan pascakebakaran. Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan ekosistem dan habitat satwa tetap terlindungi setelah terjadi kebakaran.

“Penanganan dan pemadaman kebakaran, termasuk berbagai kendala teknis dan operasional yang dihadapi pengelola kawasan saat terjadi kebakaran. Ketiga, mitigasi dan pemulihan pasca kebakaran, yaitu rencana jangka panjang untuk memulihkan ekosistem, merehabilitasi lahan terbakar, serta melindungi habitat satwa agar tidak terganggu setelah kejadian,” katanya.

Abdul Kharis menilai, pemulihan kawasan pascakebakaran tidak boleh dipandang sebagai tahap akhir yang terpisah dari proses penanganan karhutla. Kerusakan akibat kebakaran berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan keberlangsungan habitat satwa.

Baca juga : Api di TN Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Terpantau Aman

Karena itu, langkah rehabilitasi dan pemulihan kawasan perlu dipersiapkan secara matang sebagai bagian dari strategi pengendalian karhutla secara menyeluruh.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kawasan TNWK dari ancaman kebakaran. Penanganan karhutla, kata dia, tidak dapat hanya dibebankan kepada pengelola taman nasional.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat sekitar kawasan perlu terlibat secara terpadu dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.

“Komisi IV DPR RI menyadari bahwa pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dibebankan hanya kepada pengelola taman nasional. Pengendalian karhutla memerlukan sinergi yang kuat antara Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sekitar kawasan,” tegasnya.

Baca juga : Posting Bayi Badak Yang Baru Lahir, Menteri Siti Tegaskan Komitmen Konservasi

Lebih lanjut, Abdul Kharis mengatakan kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI. Selain menyerap aspirasi dari pengelola dan pihak terkait, Komisi IV juga ingin mengidentifikasi kebutuhan kebijakan maupun anggaran untuk memperkuat perlindungan TNWK.

Dukungan kebijakan dan anggaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kawasan dalam menghadapi ancaman karhutla serta menjaga kelestarian ekosistem dan satwa dilindungi di dalamnya.

“Oleh karena itu, Komisi IV DPR RI hadir untuk mendengarkan aspirasi, mengidentifikasi kebutuhan anggaran dan kebijakan, serta memastikan fungsi pengawasan berjalan secara optimal dalam mendukung kelestarian Taman Nasional Way Kambas,” pungkas Abdul Kharis.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.