Dewan Pers

Dark/Light Mode

PPP: PSSI Harus Bersih Lahir Batin

Sabtu, 23 Februari 2019 05:50 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati ikut mencermati perkembangan yang terjadi di tubuh PSSI. Dia melihat, berbagai masalah yang terjadi di induk organisasi sepak bola Indonesia itu hanya mengulang peristiwa-peristiwa sebelumnya. Masalahnya hanya berputar-putar.

Saat ini, PSSI sedang dibelit masalah mafia bola. Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi dalam kasus pengrusakan batang bukti pengaturan skor.

Berita Terkait : Piatek Bersinar Lagi

Menurut Reni, masalah tersebut berpangkal pada hal yang sama. Yaitu soal transparansi dalam pengelolaan organisasi. Untuk mencegah masalah itu, perlu dibangun sistem antikorupsi agar internal PSSI ke depan menjadi lebih baik.  

Politisi perempuan PPP ini pun mendorong semua stakeholders sepak bola di Indonesia untuk melakukan lompatan besar. Yaitu dengan melakukan reformasi di internal organisasi yang bercirikan antikorupsi, transparan, akuntabel dan kredibel.

Berita Terkait : Terciduk (Lagi) Bareng Ariel

“Sebagai lembaga publik, kami sarankan PSSI dapat menggandeng KPK dan lembaga penegak hukum lain. Ini untuk merumuskan peta jalan reformasi di internal organisasi,” ujar Reni, kepada wartawan, kemarin. 

Reni juga meminta Pemerintah turun tangan. Yaitu dengan mengawal proses reformasi di internal PSSI dengan meminimalisir tarikan politik praktis dalam proses perubahan di internal organisasi. 

Berita Terkait : KPSN Mengganggu PSSI Dalam Membersihkan Mafia Bola

Langkah tersebut bukan untuk intervensi. Langkah itu semata-mata dimaksudkan agar PSSI benar-benar berubah. Ia ingin, PSSI ke depan harus bersih lahir dan batin.  

“Perubahan di internal PSSI ini menjadi langkah simultan dengan upaya Satgas Mafia Bola Polri dalam pengungkapan patgulipat skor pertandingan bola. Upaya bersih-bersih Satgas Mafia takkan berdampak konkret jika di internal organisasi PSSI tidak ada perubahan sistem yang antikorupsi,” pungkas politisi asal Sukabumi, Jawa Barat ini. [ONI]