Dark/Light Mode

Bamsoet Dorong Pengusaha Kalahkan Produk Kuba

Cerutu Indonesia Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima

Kamis, 22 Oktober 2020 17:37 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat berbincang dengan pemilik PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar) Febrian Ananta Kahar dan dan Direktur Utama PT BIN Cigar Imam Wahid Wahyudi.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat berbincang dengan pemilik PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar) Febrian Ananta Kahar dan dan Direktur Utama PT BIN Cigar Imam Wahid Wahyudi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong usaha cerutu nasional untuk terus berkembang, khususnya dari daerah Jember yang terkenal penghasil tembakau terbaik dari Indonesia. 

Bamsoet ingin pelaku usaha cerutu nasional, bisa memenuhi kebutuhan di dalam negeri, bahkan bisa mensuplai kebutuhan cerutu dunia.

Dengan begitu, lanjut Bamsoet, para penggemar cerutu tak perlu lagi menghisap cerutu impor dari Kuba, Gurkha, Nikaragua maupun dari berbagai negara lainnya. 

Baca juga : KBRI Beijing Gencar Promo Produk Pertanian, Durian Hingga Kopi Di Henan

Menurutnya, selama ini para penggemar cerutu selalu bangga menghisap cerutu dari Kuba.  Para pengusaha cerutu nasional harus bisa melakukan branding yang menarik dan unik. Karena, kualitas tembakau Indonesia termasuk yang terbaik di dunia.

Cerutu yang dihasilkan di dalam negeri sangat bisa bersaing melawan cerutu terbaik Gurkha Black Dragon yang dijual seharga Rp 9 juta per batang.  Harganya pun terjangkau di bawah Rp 1 juta. Harga kaki lima, rasa bintang lima," ujar Bamsoet di Podcast kanal Youtube Bamsoet Channel, bersama pemilik PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar) Febrian Ananta Kahar dan Direktur Utama PT BIN Cigar Imam Wahid Wahyudi sebagai perusahaan nasional penghasil cerutu, di Jakarta, Kamis (22/10).

Ketua DPR RI ke-20 ini menilai, kiprah PT BIN Cigar dalam memajukan usaha cerutu nasional patut dicontoh. Walaupun pada saat pandemi Covid-19 permintaan cerutu dari dalam negeri sempat menurun, dari 5.000-6.000 batang cerutu per hari menjadi 1.000-1.500, namun mereka tak mudah menyerah. Justru berkurangnya permintaan dari dalam negeri, memaksimalkan mereka untuk menembus pasar ekspor ke Malaysia, China, Thailand, Filipina, bahkan Yunani. Saat ini PT BIN Cigar memproduksi 60-an merek cerutu untuk pasar dalam negeri dan 30-an merek cerutu pasar luar negeri.

Baca juga : PT Kliring Berjangka Indonesia Sukses Kantongi Pendapatan Rp 81,4 Miliar

Dia menyampaikan, Pemerintah juga telah mengeluarkan banyak kebijakan untuk memajukan usaha cerutu nasional. Salah satunya melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 199/PMK.10/2019 yang membatasi hanya 5 batang cerutu yang mendapat pembebasan cukai. PMK yang berlaku efektif mulai 30 Januari 2020 ini bertujuan untuk membatasi masuknya cerutu dari luar negeri. Sehingga cerutu lokal semakin banyak peminatnya.  

Dengan berkembangnya usaha cerutu nasional, lanjut Bamsoet,  akan semakin membuka banyak kesempatan lapangan pekerjaan bagi penduduk Indonesia. Di sisi lain, perputaran uang juga tak lari ke luar, melainkan tetap berada di dalam negeri. Apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, Indonesia membutuhkan banyak lapangan pekerjaan. 

Menurutnya, pandemi Covid-19 juga telah membuka mata untuk tak lagi bergantung impor. Di saat krisis seperti inilah diperlukan saling menguatkan satu sama lain. Sehingga, bisa berdikari secara ekonomi dengan memaksimalkan potensi dalam negeri. Jika dahulu bangga memakai barang impor, kedepan justru sebaliknya.   

Baca juga : Kunjungi Prodia, Bamsoet Dorong Pemerintah Tetapkan Standar Harga PCR Test

"Setiap anak bangsa, termasuk penggemar cerutu, harus bangga menggunakan produksi dalam negeri. Mencintai produk dalam negeri tak lagi hanya sebatas jargon, melainkan menjadi gaya hidup yang membanggakan," pungkas Bamsoet. QAR

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :