Dark/Light Mode

Keterwakilan Perempuan Di Parlemen Masih Rendah

Fadel: 2024 Harus Naik

Sabtu, 12 Desember 2020 20:56 WIB
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad.
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menilai,  perjalanan demokrasi sejak Indonesia merdeka sudah baik dan makin bagus lagi di era reformasi. Kedaulatan rakyat sudah dikedepankan dengan berlakunya sistem pemilihan langsung oleh rakyat.  

Lebih dari itu, lanjut Fadel, baik laki-laki atau perempuan,memiliki hak sama untuk bisa menduduki kursi parlemen.  

Namun demikian, Fadel menyayangkan,  angka keterwakilan perempuan di parlemen dari hasil  pemilu 2009 dan 2014, masih rendah.  

Berita Terkait : Menag Terbitkan Panduan Natal Di Tengah Pandemi

Fadel mengatakan, untuk membuka akses perempuan ke  parlemen, di tahun 2018, keluar Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 soal pengajuan bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang mensyaratkan parpol dalam menyusun daftar bakal calon, wajib memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap dapil. Peraturan tersebut ternyata mampu memberikan semangat baru, sehingga jumlah keterwakilan perempuan di pemilu 2019 naik menjadi 20,5 persen.  

"Tapi, masih dibawah 30 persen. Saya heran juga kenapa begitu sulit perempuan masuk parlemen, padahal kualitas, kapabilitas perempuan Indonesia tidak bisa dianggap enteng, tidak kalah dengan kaum pria," kata Fadel dalam gelar acara Seminar Nasional Kebangsaan bertema 'Suara Perempuan Di Parlemen' kerjasama MPR dengan Dewan Pimpinan Pusat Sustainable Development Goals (DPP SDGs) Lira, di Kota Gorontalo, Sabtu (12/12).

Hadir dalam acara tersebut antara lain, anggota MPR Fraksi Gerindra Elnino M. Husein Mohi, ST, M.Si, anggota MPR dari Kelompok DPD Rahmijati Jahja, S.Pd, Ketua DPP SDGs Lira Sriyani Haju, akademisi Universitas Negeri Gorontalo Dr. Lilan Dama, S.Pd, M.Pd dan para peserta yang sebagian besar kaum perempuan anggota SDGs Lira, mahasiswi UNG serta masyarakat umum.

Baca Juga : 24 Karya Terbaik Jadi Juara Anugerah Jurnalistik Pertamina 2020 Wilayah Jawa Bagian Barat

Pimpinan MPR dari Kelompok DPD ini mengatakan bahwa walaupun belum mencapai 30 persen, namun jumlah keterwakilan di tahun 2019 harus disyukuri dan mesti ditingkatkan lagi di pemilu selanjutnya.  Sebab, di antara negara-negara ASEAN saja, jumlah keterwakilan perempuan, Indonesia  masih di bawah Filipina yang melebihi 30 persen, Singapura 23 persen dan Vietnam 27 persen. Sedangkan Indonesia baru 21 persen. 

"Dari seminar ini, saya berharap akan keluar pemikiran-pemikiran yang bisa mengidentifikasi apa yang menyebabkan rendahnya jumlah keterwakilan perempuan di parlemen sekaligus solusi terbaiknya," imbuhnya.

 Fadel meminta, kaum perempuan optimistis bisa duduk di parlemen. Sehingga, diharapkannya keterwakilan perempuan mengalami kenaikan. Bahkan, lebih dari 30 persen. QAR