Dark/Light Mode

Ajak Profesional Kelola Uang Rakyat

Fadel Miris Lihat Ratusan Kepala Daerah Terjerat Kasus Korupsi

Minggu, 13 Desember 2020 14:25 WIB
Wakil Ketua MPR Fadel muhammad.
Wakil Ketua MPR Fadel muhammad.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad meminta, kepala daerah  bersih, transparan serta profesional dalam mengelola keuangan dan kekayaan wilayahnya. Jangan sampai, anggaran dikorupsi untuk memperkaya diri ataupun kelompok tertentu.

"Bersih artinya tidak korupsi. Transparan, selalu terbuka dan membuka dialog kepada masyarakat terhadap semua kebijakan yang akan dikeluarkan terutama soal anggaran.  Lalu profesional, tidak melakukan nepotisme.  Kepala daerah harus melakukan rekrutmen dengan berbasis kepada kemampuan," pinta Pimpinan MPR dari Kelompok DPD ini dalam acara Forum Group Discusion Kebangsaan dengan tema, Peran Generasi Muda Memberantas Korupsi, kerja sama MPR dengan DPC Gerakan Pemuda Marhaenis, di Kota Gorontalo, Jumat (11/12).

Baca Juga : Penguatan Budaya Bahari Tingkatkan Ekonomi Bangsa

Hadir dalam acara tersebut Ketua ICMI Korwil Gorontalo  Syamsu Qamar Badu, anggota MPR dari Kelompok DPD Abdurrahman Abubakar Bahmid, Sekda Kabupaten Bone Bolango Ishak Ntoma, Dekan FH Universitas Negeri Gorontalo Fenty Puluhulawa, serta  peserta dari berbagai elemen antara lain, kademisi kampus, mahasiswa, penggiat LSM, birokrat daerah, aktivis hukum, aktuvis pendidikan, generasi muda milenial dan perwakilan media massa.

"Mengapa saya sangat menekankan kepala daerah harus bekerja berdasarkan tiga hal tersebut, karena saya sangat miris banyaknya kepala daerah, sekitar 300 orang lebih tersangkut kasus korupsi," imbuhnya.

Baca Juga : Kemendikbud Beri Penghargaan Untuk Orang Tua, Siswa, Sampai Pendidik Cerdas

 Bahkan, lanjut Fadel,  baru-baru ini, pejabat setingkat menteri terjerat kasus korupsi.  Semestinya, setelah menerima amanah jabatan, para kepala daerah dan  pejabat negara lainnya harus betul-betul meresapi bahwa dirinya akan mengelola banyak uang rakyat yang mesti digunakan hanya untuk kepentingan rakyat.  Jika mereka bisa berpegang teguh kepada moral dan hati nurani dalam menjalankan tugas-tugasnya, maka itu akan menjadi contoh yang baik kepada rakyatnya.

Fadel menyinggung wacana hukuman mati untuk terpidana kasus korupsi yang muncul lagi. Ditegaskannya, pihaknya tidak mau gegabah. Ingin mendengarkan terlebih dahulu usulan Pimpinan KPK dan para ahli pidana.

Baca Juga : Langgar Prokes, 2 Kafe Di Jakarta Barat Ditutup Satpol PP

"Tanggal 17 Desember nanti kita Pimpinan MPR mau membahasnya, apakah perlu hukuman mati atau seumur hidup untuk kejahatan seperti ini," jelasnya.

Mantan Gubernur Gorontalo dua periode ini mengaku memaklumi jika banyak masyarakat yang geram sehingga menginginkan hukuman mati bagi pelakunya.  "Saya paham kasus korupsi apalagi terkait bantuan sosial sangat menyakitkan hati rakyat," pungkasnya.  QAR