Dark/Light Mode

Diskusi BS Center, Bamsoet Ajak Semua Elemen Terlibat Dalam Penyusunan PPHN

Rabu, 20 Januari 2021 15:55 WIB
Suasana diskusi BS Center (Foto: Dok. MPR)
Suasana diskusi BS Center (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan, untuk menuju Indonesia Emas 2045, diperlukan adanya Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN). PPHN akan menjadi payung ideologi dan konstitusional bagi penyusunan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang lebih bersifat teknokratis.  

"PPHN akan menjadi arah pembangunan dalam jangka 25-50 tahun mendatang. Sedangkan SPPN, RPJPN, RPJMN akan menjawab terkait apa yang harus dilakukan negara untuk mencapai tujuan pembangunan nasional,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, dalam diskusi pakar dengan Brain Society Center atau BS Center di Jakarta, Rabu (20/1).

Hadir dalam diskusi secara fisik dan virtual para pakar BS Center. Antara lain Ketua Umum BS Center yang juga politisi senior Partai Golkar/mantan Ketua Komisi XI DPR/Ketua Badan Anggaran DPR Ahmadi Noor Supit, Ketua Dewan Pakar sekaligus Ketua Harian Prof Didin S Damanhuri, dan para akademisi dan ahli anggota dewan pakar BS Center.

Berita Terkait : Bamsoet Ucapkan Selamat Ke Biden Dan Kamala

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, untuk menuju Indonesia 2045, diperlukan peta jalan dan panduan yang jelas karena kompleksitas tantangan dan permasalahan yang dihadapi akan lebih berat. Karenanya, PPHN dibutuhkan sebagai jawaban dan panduan bagi masa depan pembangunan Indonesia lebih baik.

"Pembahasan terkait PPHN hendaknya mendapatkan respon dan masukan dari berbagai pihak, serta menjadi perhatian bersama seluruh komponen bangsa untuk menuju tahun emas atau 100 tahun Indonesia Merdeka 2045 yang dicita-citakan bersama," kata Bamsoet.

Pendiri BS Center dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menuturkan,  MPR yang dipimpinnya akan melibatkan lembaga negara, kementerian, parpol, pakar dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai elemen masyarakat lainnya dalam penyusunan rancangan PPHN. Masukan dari lembaga think tank seperti BS Center sangat diperlukan dalam penyusunan PPHN.

Berita Terkait : Terima Pengurus Maserati, Bamsoet Dukung Kegiatan Bantuan Hukum Gratis

"Semua pihak dan komponen masyarakat perlu memberikan kontribusi pemikiran dan partisipasi aktif dalam membangun wajah Indonesia 2045. Sehingga pembangunan di berbagai sektor, baik ekonomi, politik, sosial, budaya dan bentuk demokrasi yang akan kita bangun, bisa sejalan dengan tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945," pungkas Bamsoet.

Ketua Dewan Pakar BS Center Prof Didin S Damanhuri sepakat bahwa semua komponen perlu dilibatkan dalam memberikan masukan terhadap PPHN. Untuk itu, BS Center menyambut baik tantangan dari Ketua MPR ini dan siap berkontribusi dalam membangun diskursus dan konten terkait rancangan PPHN. “Kami siap berkontribusi dan memberikan masukan dengan melakukan kajian dan FGD dengan mengundang para pakar dan ahli yang kompeten di bidangnya," ujar Guru Besar IPB ini.  

Didin menambahkan, selain terkait PPHN, BS center juga merencanakan akan menggelar riset dan FGD terkait reformasi Sistem politik nasional. Kedua riset utama ini akan menjadi program prioritas BS Center selama tahun 2021 dan akan berjalan secara paralel.  

Berita Terkait : Terima Panitia Kejurnas Sprint Rally 2021, Bamsoet Dukung Penggunaan Sirkuit Badak Tanjung Lesung

“Sebagai lembaga think tank ekonomi politik, kita harus aktif terlibat dan berkontribusi dalam rancang bangun sistem ekonomi politik nasional. Kedua agenda ini menjadi program andalan bagi BS Center selama tahun 2021 ini," imbuh Didin. [USU]