Dark/Light Mode

Bamsoet-Gerak BS Kirim Bantuan Untuk Korban Bencana Di Kalsel Dan Sulbar

Kamis, 21 Januari 2021 18:16 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (berkemaja putih) menyerahkan donasi sekaligus melepas Relawan 4 Pilar Tanggap Bencana untuk korban bancana di Kalimatan Selatan dan Sulawesi Barat, di Jakarta, Kamis (21/1).
Ketua MPR Bambang Soesatyo (berkemaja putih) menyerahkan donasi sekaligus melepas Relawan 4 Pilar Tanggap Bencana untuk korban bancana di Kalimatan Selatan dan Sulawesi Barat, di Jakarta, Kamis (21/1).

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo yang juga pendiri Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (Gerak BS) menyalurkan donasi Rp 50 juta sekaligus melepas Relawan 4 Pilar Tanggap Bencana, untuk membantu korban musibah banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Bantuan dan relawan tersebut merupakan kerja sama Gerak BS dengan GSP Indonesia (Gabungan Scooterist Peduli Indonesia), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan Generasi Lintas Budaya (GLB). 

"Tim relawan berangkat malam ini ke lokasi bencana, kemudian bergabung dengan relawan lainnya untuk membantu warga. Sementara, donasi digunakan membeli berbagai kebutuhan penting seperti sembako, popok bayi, pembalut, selimut, air minum, hingga obat-obatan,” ucap Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menyerahkan donasi sekaligus melepas Relawan 4 Pilar Tanggap Bencana, di Jakarta, Kamis (21/1). Turut hadir antara lain Ketua Umum dan Sekjen Gerak BS Dwi Aroem Hadiatie dan Ratu Dian, Badan Pengawas IMI Pusat Kombes Syamsul Bahri, dan perwakilan GSP Indonesia Akang Ruslan. 

Bamsoet menerangkan, bantuan tersebut merupakan wujud gotong royong sekaligus solidaritas dalam membantu saudara sebangsa yang sedang kesulitan tertimpa musibah. Bantu itu juga menjadi bukti bahwa masyarakat Sulbar dan Kalsel tak sendirian menghadapi musibah ini.

Berita Terkait : Kemensos Bantu Pulihkan Trauma Pengungsi Korban Gempa Sulbar

Ketua DPR ke-20 ini memaparkan, sepanjang rentang 1-18 Januari 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, total ada 154 bencana alam yang terjadi di berbagai daerah. Antara lain berupa banjir, angin ribut, dan longsor. Bencana itu menyebabkan korban jiwa sebanyak 140 orang, dan 776 orang korban luka-luka. 

"Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta para relawan dan masyarakat harus mewaspadai penularan Covid-19 yang bisa terjadi saat proses evakuasi di berbagai lokasi pengungsian bencana. Untuk meminimalisirnya, tanggap bencana harus dilakukan secara cepat dan tepat, serta mengantisipasi sejak dini agar berbagai daerah rawan bencana lainnya bisa siap siaga sedini mungkin dalam menghadapi bencana," jelas Bamsoet. 

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini juga mendorong Satgas Penanganan Covid-19 untuk responsif melaksanakan swab antigen massal pada daerah-daerah terdampak bencana. Seperti di Kalsel dan di Sulbar. 

Berita Terkait : Disalurkan Melalui IMI, Bamsoet Sumbang Korban Banjir Kalsel

"Bagi yang reaktif, bisa langsung dirujuk ke pusat kesehatan terdekat. Sehingga mencegah penularan Covid-19. Jangan sampai warga sudah kesulitan karena bencana, ditambah lagi kesusahan akibat Covid-19," pesan Bamsoet. 

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengungkapkan, sampai Selasa (19/1), SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Sulbar telah mengevakuasi 90 korban meninggal dunia. Sementara BNPB melaporkan hingga 18 Januari 2021 sudah ada 19.435 orang mengungsi, dan ratusan warga mengalami luka ringan hingga berat. 

"Saat kunjunganya ke Stadion Manakarra untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan tepat, Presiden Jokowi juga memastikan para korban bencana di Sulawesi Barat akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Antara lain untuk perbaikan rumah, pemerintah akan membantu untuk yang rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta," pungkas Bamsoet. [USU]