Dark/Light Mode

Daya Bayar Tak Sebanding Pendapatan

Senayan Usulkan Hapus Hak Tagih Kredit UMK

Senin, 19 April 2021 07:04 WIB
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Politisi Senayan meminta pemerintah memperhatikan nasib pelaku usaha Usaha Mikro Kecil (UMK). Di tengah pandemi, banyak pelaku UMK mengalami kesulitan dalam pembayaran kredit ke perbankan. Imbasnya, kesulitan tersebut menyebabkan kredit macet perbankan.

Kondisi ini pula yang kini dimanfaatkan oleh para penyedia layanan pinjaman keuangan di luar regulasi yang ada untuk, memberikan kembali pinjaman kepada para pelaku UMK yang kini mengalami kesulitan dalam keuangan.

Baca Juga : Catat Ya, Ini Uji Klinis, Bukan Uji Nasionalisme

“Dalam kondisi seperti ini kita mesti berpikir jernih dan mencari formulasi yang tepat. Di mana antara negara (bank BUMN khususnya) dengan rakyatnya (para pelaku UMK) mendapat win-win solution,” kata anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto.

Kondisi yang dialami para pelaku UMK, katanya, memang dilematis. Di satu sisi, pihak bank terikat regulasi untuk kembali memberikan keringanan kredit bagi pelaku UMK. Di sisi lain, kemampuan atau daya bayar para pelaku UMK juga belum optimal.

Baca Juga : Vaksinasi April-Mei, Semoga Lancar Dan Menggembirakan

“Hal inilah yang masih jadi bumerang. Karena kemampuan atau daya bayar para pelaku UMK tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Di satu sisi mereka juga mesti memikirkan kewajiban kreditnya,” jelasnya.

Karena itu, Darmadi meminta pemerintah bisa hadir sebagai penyelamat bagi para pelaku UMK di tengah kesulitan ekonomi saat ini. Apalagi, jumlah pelaku UMK saat ini sangat banyak, mencapai jutaan pelaku usaha.

Baca Juga : No Mudik, No Cry..!

Salah satunya, usul Darmadi, dengan membuka kemungkinan penerapan kebijakan hapus hak tagih utamanya oleh bank-bank pelat merah. Pemerintah sisa menyusun regulasi tersebut melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Pemerintah (PP).
 Selanjutnya