Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Tak Usah Tanggapi Ancaman OPM

Selasa, 8 Juni 2021 13:59 WIB
Anggota DPR Bobby Rizaldi/Ist
Anggota DPR Bobby Rizaldi/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi meminta pemerintah tidak perlu menanggapi ancaman yang dikeluarkan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Menurut dia, yang perlu pemerintah lakukan hanyalah meningkatkan pengamanan di sana. 

"Pernyataan mereka tidak perlu ditanggapi. Tapi hendaknya pemerintah tetap meningkatkan intensitas kewaspadaan, baik dalam bentuk patroli maupun upaya pemulihan kondisi keamanan setempat,' ujar politisi Golkar ini kepada Rakyat Merdeka.

Selain itu, Bobby juga meminta agar aparat penegak hukum segera memburu mereka, dan menutup akun sosial media yang mereka gunakan untuk menyebarkan pernyataan provokatif. 

Berita Terkait : Dukung EBT, Pemerintah Bakal Tanggung Selisih Biaya Listrik PSEL

Sebelumnya, TPNPB-OPM mengeluarkan video yang mengancam warga pendatang. Dalam video yang dirilis, dari perbatasan Papua Nugini itu, juru bicara TPNPB-OPM memerintahkan warga pendatang keluar dari Papua.

"TPNPB tidak akan tanggung jawan kalau Anda mati di sana. Dengan alasan itu tukang ojek, tukang bangunan kah. Tidak ada alasan, kami sudah umumkan itu wilayah perang. Biarkan TNI/Polri, pasukan Setan, Harimau atau Buaya datang di situ, kami lawannya, TPNPB," tantangnya.

Pesan peringatan itu mengatasnamakan Panglima Tinggi Goliath Tabuni. 

Berita Terkait : Pemerintah Putuskan Diskon Tarif Listrik Berakhir Bulan Ini

“Atas nama panglima tinggi, atas nama Tuhan, atas nama Moyang Bangsa Papua, atas nama seluruh pejuang, kami dari Markas Pusat TPNPB, memberikan peringatan keras kepada semua imigran yang cari makan di Papua, terutama di daerah konflik, untuk segera tinggalkan wilayah konflik perang yaitu, Intan Jaya, Puncak Papua dan Ndugama," tegasnya.

Pihaknya menegaskan akan menerapkan strategi bumi hangus. "TPNPB akan bakar semua kota-kota. Bangunan apapun akan dibakar. Kami tidak butuh pembangunan. Kami akan bangun sendiri, pakai uang kami sendiri. Kami tidak butuh pembangunan dari Indonesia. Itu hanya pencitraan saja," tuduhnya.

"Kami akan bangun sendiri. Dan orang-orang Papua akan jadi duta di seluruh dunia. Bukan jadi pembantu Indonesia. Atau mohon maaf tunduk-tunduk ke Jakarta," katanya. Peringatan video itu diteruskan dengan rilis tertulis. [NDA]