Dark/Light Mode

Pulang Dari Luar Negeri, Nggak Mau Isolasi

Anggota DPR Tak Kasih Contoh Baik

Jumat, 2 Juli 2021 07:30 WIB
Anggota DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus menolak dikarantina setelah pulang dari Kirgistan. (Foto: ANTARA)
Anggota DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus menolak dikarantina setelah pulang dari Kirgistan. (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kelakuan Anggota DPR Guspardi Gaus tak patut dicontoh. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menolak dikarantina setelah pulang dari Kirgistan.

Bahkan, kemarin, Guspardi mengikuti rapat Panitia Kerja Rancangan Undang-undang Otonomi Khusus (RUU Otsus) Papua dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Hukum dan HAM di Gedung DPR, Jakarta.

“Saya baru datang dari Kirgistan. Saya cemas juga semalam, mau diinapkan di hotel dan memang cara-cara yang dilakukan tidak baik oleh Departemen Kesehatan,” kata Guspardi.

Dia tak merinci waktu kepulangannya dari Kirgistan ke Indonesia. Menurutnya, orang yang seharusnya menjalani karantina ialah yang menetap di suatu negara dalam waktu lama.

Baca juga : Netizen Sudah Nggak Sabar Kapan Anak Divaksin Covid

Selain karena hanya berkunjung ke Kirgistan, alasan dia menolak dikarantina dilakukan lantaran ingin mengikuti rapat Panja RUU Otsus Papua yang berlangsung kemarin.

Padahal aturan mengenai karantina tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona. Pada aturan tersebut dinyatakan, pelaku perjalanan dari luar negeri harus menjalani isolasi mandiri selama 5 x 24 jam atau lima hari.

Bahkan pelaku perjalanan dari India atau yang melewati India diwajibkan karantina selama 14 x 24 jam atau 14 hari. Karena adanya varian baru Corona di sana.

Mendengar pengakuan Guspardi itu, anggota DPR lainnya bukannya simpati, malah mengeritik kehadiran Guspardi dalam rapat itu. Anggota DPR My Esti Wijayati mengaku cemas dan ketakutan Guspardi membawa virus dan menularkan ke para peserta rapat.

Baca juga : Manut Arahan Pemerintah, Panitia Tak Masalah Tunda Munas Kadin

“Pak Gaus harus rapid test dulu karena dari luar negeri, saya deg-degan tadi, pak Gaus dari luar negeri, jadi kita kalau mau deket-deket pak Gaus agak ngeri-ngeri juga, terima kasih pak,” tutur My Esti.

Mengetahui anak buahnya melanggar, Fraksi PAN DPR langsung menegur Guspardi. Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay mengaku telah menelepon dan menegur anggotanya itu karena menolak karantina setelah tiba dari luar negeri. Mewakili Guspardi, dia meminta maaf kepada masyarakat.

“Saya sudah telepon dan menanyakan apa yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa maksud sebetulnya baik, tetapi yang dia sampaikan disorot dan dimaknai berbeda oleh masyarakat,” kata Saleh kepada wartawan, kemarin.

Para netizen juga ikut mengeritik Guspardi. Akun @Sujana64 misalnya, dia meminta masyarakat tidak mengikuti jejak Guspardi. “Halo, jangan ditiru. Ini wakil rakyat yang minim pengetahuan tentang Covid-19. Memalukan,” tulisnya.

Baca juga : Genjot Vaksinasi, Jokowi Minta Daerah Contoh Kota Bekasi

“Lagian ngapain ke LN? Kan bisa zoom juga kalau cuma mau study tour eh studi banding-bandingannya,” tulis @Klepon911. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.