Dark/Light Mode

Tinjau Pabrik Ventilator PT PHC Indonesia

Bamsoet: Saatnya Prioritaskan Produk Alkes Dalam Negeri

Jumat, 13 Agustus 2021 13:05 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) bersama Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel (kiri) berkunjung ke pabrik PT Panasonic Healthcare Indonesia, di Bekasi, Jumat (13/8). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) bersama Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel (kiri) berkunjung ke pabrik PT Panasonic Healthcare Indonesia, di Bekasi, Jumat (13/8). (Foto: Dok. MPR)

 Sebelumnya 
Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini menerangkan, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Vent-I mencapai 43 persen. PHC Indonesia memiliki kapasitas produksi Vent-I mencapai 37.500 unit per tahun atau rata-rata 3.300 unit per bulan. Vent-I ditawarkan dengan harga jauh lebih murah dibanding dengan ventilator impor.

Baca juga : Menko Polhukam: Pemerintah Tak Alergi Kritik

"PHC Indonesia juga memproduksi berbagai Alkes yang sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan vaksin (vaccine development) maupun penyimpanan vaksin, Antara lain biomedical freezer dan pharmaceutical refrigerator berbagai tipe dan ukuran. Untuk pembekuan sampai -40°C, PHC Indonesia memproduksi biomedical freezer model MDF-MU549DH dengan kapasitas 479 liter. TKDN-nya mencapai 63 persen dengan kapasitas produksi 7.500 unit per tahun atau rata-rata 650 unit per bulan," terang Bamsoet.

Baca juga : Tinjau Sentra Vaksinasi Merdeka, Bamsoet Puji Kegesitan Kapolda Metro Jaya

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, untuk kebutuhan pembekuan sampai -20°C sampai -30°C, bisa menggunakan produk PHC Indonesia tipe MDF-MU339 dengan volume 369 liter, MDF-MU539H dengan volume 504 liter, serta MDF-MU 539DH dengan volume 479 liter. Freezer yang sangat dibutuhkan dalam penyimpanan vaksin ini, telah menggunakan TKDN sebesar 73 persen, dengan kapasitas produksi 7.500 unit per tahun atau rata-rata  650 unit per bulan.

Baca juga : PT Indonesia Power Siap Produksi Oksigen

"Ini menunjukkan bahwa industri alat kesehatan dalam negeri sudah mampu memproduksi berbagai kebutuhan penanganan pandemi Covid-19. Sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mendahulukan produksi dalam negeri. Terlebih Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan kepada jajaran kementerian untuk lebih banyak menggunakan produk alat kesehatan dari dalam negeri," pungkas Bamsoet. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.