Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Banjir Informasi Di Era Disrupsi
Syarief Hasan: Jangan Buru-buru Sebar Berita Dari Medsos
Senin, 23 Agustus 2021 21:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengimbau publik khususnya generasi muda agar selektif dan tak menelan mentah-mentah berita atau informasi apapun dalam media sosial (medsos).
Hal ini diungkapkan Syarief saat menjadi pembicara dalam Seminar Umum Kebangsaan bertema Membangun Harmonisasi Nilai-nilai Kebangsaan di Era Disrupsi diselenggarakan Universitas Mercu Buana, Jakarta, Senin (23/8).
Untuk itu, Menteri Koperasi dan UMKM di masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan, jika kita menerima berita, status, atau ungkapan dalam media sosial, maka berita yang ada jangan buru-buru ditelan dan disebar. "Dicek lebih dahulu kebenarannya. Berita yang ada perlu ditelaah dan dievaluasi informasinya," ujar Syarief dalam seminar yang diikuti oleh sekitar 1500 peserta itu.
Syarief mengingatkan, kepada peserta yang datang dari berbagai jurusan dan fakultas itu, bila ada yang melanggar dalam bermedsos, telah ada aturannya dan masuk dalam tindakan pidana.
Baca juga : Biro Humas MPR Publikasikan Sidang Tahunan MPR Lewat Berbagai Media
"Mereka yang memproduksi dan menyebar berita bohong akan ditindak hukum. Kita sudah punya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," tambahnya.
Meski harus berhati-hati, Syarief berharap agar generasi muda tetap produktif dan kreatif dalam menggunakan media sosial.
Harapan lain yang diinginkan oleh politisi dari Partai Demokrat itu agar gerenasi muda mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebagai bekal untuk masa depan. Mereka disebut oleh Syarief sebagai calon pemimpin bangsa. "Generasi muda saat ini, 20 tahun ke depan akan menjadi pemimpin bangsa penerima tongkat estafet," tuturnya.
Syarief juga menuturkan, setiap negara memiliki nilai-nilai kebangsaan. Nilai-nilai itu menjadi ciri khas suatu bangsa. Bangsa Indonesia menurutnya mempunyai nilai-nilai kebangsaan yang bersumber pada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal IKa.
Baca juga : Tinjau Vaksinasi Stadion Pakansari, Kasatgas Covid Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes
Dalam era globalisasi, nilai-nilai yang menjadi sumber perilaku bangsa Indonesia mendapat tantangan dan gangguan (disrupsi). Tantangan dan gangguan yang ada dalam era kini disebut seperti melemahnya pemahaman Pancasila dan merenggangnya interaksi antar masyarakat.
Untuk menghadapi hal yang demikian, dikatakan oleh pria asal Palopo, Sulawesi Selatan, itu MPR melaksanakan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih popular disebut Empat Pilar MPR. Sosialisasi yang ada dilakukan dengan berbagai macam cara dan metode dan untuk semua kalangan.
"Nilai-nilai yang ada kita harapkan diimplementasikan oleh semua element bangsa dalam keseharian. Bila nilai ini diimplementasikan oleh para pemimpin, maka yang terjadi adalah adanya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," yakinnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syarief juga menyampaikan materi tentang tugas dan kewenangan MPR. Dikatakannya, sebelum amandemen UUD, MPR merupakan lembaga tertinggi.
Baca juga : Pasien Isoman Jangan Minum Obat Sembarangan, Berbahaya
"Setelah diamandemen posisi MPR tidak lagi sebagai lembaga tertinggi. Meski demikian MPR masih memiliki kewenangan tertinggi yakni terkait soal amandemen UUD. Hanya MPR yang mempunyai kewenangan untuk mengubah UUD," pungkasnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya