Dark/Light Mode

Ditegaskan Bamsoet

HUT Ke-76, MPR Bergerak Dinamis Dan Selalu Di Tengah Rakyat

Minggu, 29 Agustus 2021 21:55 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

 Sebelumnya 
Dinamika yang terjadi dicontohkan saat ini, ketika ada keinginan untuk menghidupkan kembali rancangan pembangunan model Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Model pembangunan yang sekarang disebut Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sedang dibahas di MPR. 
 
Untuk membahas PPHN, MPR menjaring berbagai masukan dan aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat. “Pimpinan rutin mendatangi perguruan tinggi di berbagai kota untuk meminta masukan dari kalangan akademisi terkait landasan pembangunan bangsa Indonesia untuk 25, 50, hingga 100 tahun ke depan," ungkapnya.
 
Dalam PPHN, kata Bamsoet, dinamika yang ada di MPR sangat dinamis. Apalagi ada keinginan amandemen terbatas untuk memasukkan PPHN dalam UUD NRI 1945 yang sudah bergaung sejak 2 periode MPR atau 10 tahun yang lalu. 
 
"Saya senang menghadirkan PPHN sebagai sebuah diskursus ketatanegaraan dan menunjukkan eksistensi MPR, bisa dikatakan telah berhasil. Namun, menjadikan wacana tersebut sebagai sebuah usul perubahan tentu sangat tergantung pada keputusan partai politik yang ada di MPR dan Kelompok DPD," ujar Bamsoet.
 
Sesungguhnya, tambah Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, perubahan UUD NRI 1945 telah diatur prosedurnya. UUD NRI 1945 memang tidak imun dengan perubahan. Karena memang pembentuknya mendesain perubahan UUD 1945 sedemikian rupa agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. 
 
Lebih dari itu, tambah Bamsoet, diskursus amandemen terbatas untuk menghadirkan PPHN yang kemudian banyak “dipelintir” sebagai upaya perubahan periodesasi presiden menjadi 3 kali atau upaya perpanjangan masa jabatan presiden serta isu-isu lain serta kecurigaan yang tidak masuk akal, menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki beragam pikiran dan pendapat. 
 
“Sebagai rumah kebangsaan, MPR sangat terbuka bagi siapa saja untuk menyampaikan saran maupun kritik. Karena saya yakin dan percaya, semua yang disampaikan ujungnya adalah untuk kepentingan bangsa agar Indonesia maju dan tumbuh," ujar Bamsoet.
 
Bamsoet mengakui, MPR di masa kepemimpinannya juga terdampak pandemi Covid-19. Meski demikian, derap, dinamika, dan kerja di MPR terus berjalan. 
 
“Selama pandemi Covid-19, kami tetap melaksanakan tugas-tugas MPR. Tugas yang ada dilakukan secara daring dan luring. Tak ada hari-hari tanpa mengadakan Sosialisasi Empat Pilar MPR yang digagas Bapak Taufik Kiemas itu dengan prokes yang ketat kepada berbagai kelompok dan komponen bangsa," pungkas Bamsoet. [USU]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.