Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dicurhati Mantan Atlet Sepak Bola

Gus Muhaimin Janji Lapor Langsung Ke Jokowi

Rabu, 1 September 2021 18:38 WIB
Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) saat berdiskusi dengan mantan atlet bertajuk Perlindungan Kesejahteraan bagi Pelatih, Pemain, dan Pengurus Sepakbola Indonesia, Rabu (1/9). (Foto: Ist)
Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) saat berdiskusi dengan mantan atlet bertajuk Perlindungan Kesejahteraan bagi Pelatih, Pemain, dan Pengurus Sepakbola Indonesia, Rabu (1/9). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah atlet dan mantan atlet sepak bola yang tergabung dalam Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyampaikan keluhan mereka kepada Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin). Berbagai aspirasi mereka sampaikan dari harapan agar atlet diberikan jaminan hari tua maupun jaminan kesehatan. 

Wakil Presiden Komite Eksekutif APPI Andritany Ardhiyasa mengatakan, kehidupan para atlet sepak bola saat ini sangat memprihatinkan akibat berhentinya kompetisi sepak bola sebagai buntut pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah, 27 Agustus lalu, sepak bola kembali dan semangat sepak bola ada lagi," katanya dalam Zoom Meeting bertajuk Perlindungan Kesejahteraan bagi Pelatih, Pemain, dan Pengurus Sepakbola Indonesia, Rabu (1/9).

Dalam kesempatan itu, mantan penjaga gawang Timnas Indonesia ini menyampaikan risiko pesepak bola setelah pensiun. Sehingga banyak yang kurang beruntung dan tidak memiliki penghasilan tetap.

"Ketika di puncak karir mereka dielu-elukan, disanjung-sanjung, tapi ketika sudah pensiun banyak sekali yang saat ini, banyak yang cuma menjual teh botol atau menjual makanan-makanan ringan. Dari situ kita melihat seorang atlet ini ketika pensiun ini seperti tidak diperhatikan oleh negara," ujar Andritany.

Bahkan, penjaga gawang yang ikut mengantarkan Timnas U-23 meraih medali perak di ajang SEA Games 2011 mengatakan, ada atlet yang saat pensiun terpaksa bekerja sebagai kuli bangunan.

Berita Terkait : 10 Anggota DPR Wafat Selama Pandemi, Gus Muhaimin: Pejuang Konstitusi!

"Faktanya seperti itu, kemarin kita lihat, ada seorang atlet dayung, dia mendapatkan banyak medali ketika aktif, tapi setelahnya, mereka hanya menjadi kuli bangunan. Sangat prihatin," ungkapnya.

Dia berharap pemerintah memberikan solusi bagi masa depan atlet baik ketika masif aktif maupun saat sudah pensiun.

"Misalnya jaminan setelah pensiun agar si atlet agar bisa menjalankan hidupnya. Risiko terbesar kita adalah cidera. Itu bisa mengakhirkan atau membuat karir kita terpuruk. Banyak klub di Indonesia yang pemainnya belum ter-cover asuransi. Alhamdulillah di klub saya sudah ter-cover BPJS TK," tuturnya.

Anggota Komite Eksekutif APPI Bima Sakti mengatakan, pihaknya berharap ke depan ada pengakuan profesi atlet. Sebab, dalam UU Ketenagakerjaan, atlet belum masuk sebagai sebuah profesi yang diakui.

"Ada kasus di klub Gresik, begitu ke Disnaker kita ditolak. Mohon Pak Muhaimin kami masuk BPJS Ketenagakerjaan sehingga kita tak takut. Ada uang pensiun. Ada jaminan sebagai peman dan pelatih," ungkapnya.

Presiden Komite Eksekutif APPI Firman Utina menyampaikan rasa gembiranya bisa bertatap muka dengan Gus Muhaimin dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi atlet atau mantan atlet.

Berita Terkait : Jubir Luhut Bantah Vaksin Jadi Syarat Masuk Tempat Ibadah

"Sebagai seniman lapangan hijau yang keluh kesah di sepak bola Tanah Air, sangat berharap adanya pertemuan virtual ini, berbincang-bincang dengan Gus Muhaimin," ungkapnya.

Menanggapi berbagai curhatan yang disampaikan para mantan atlet itu, Gus Muhaimin mengaku sangat terpanggil untuk menjadi bagian dari perjuangan para atlet. Menurutnya, ada tiga hal yang harus dilakukan.

Pertama, dalam janga pendek, DPR versama dengan pemerintah dan stakeholder terkait, baik kemenpora, Kemenaker, BPJS, dan pihak-pihak terkait lainnya segera melakukan langkah-langkah spesifik untuk memberikan perlindungan bagi para mantan atlet.

"BPJS dan Pemda juga bisa ikut terlibat agar bagaimana segera ada perlindungan yang memadahi dan perlindungan yang baik para atlet, khususnya sepak bola," katanya.

Kedua, Gus Muhaimin siap untuk menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera ikut campur tangan dalam mengatasi persoalan yang dihadapi para atlet ini.

"Supaya lebih cepat. Menko PMK sebenarnya bisa, tapi lebih efektif kalau Presiden. Saya bisa bantu sampaikan ke Presiden supaya ada perhatian konkret, tidak retorik," janjinya.

Berita Terkait : Hari Ini Diresmikan Jokowi, RS Modular Pertamina Tanjung Duren Langsung Beroperasi

Langkah ketiga, harus ada perangkat untuk melindungi para atlet, baik berupa UU atau aturan-aturan lainnya. "Saya kira tidak sulit karena komitmen DPR tinggi terhadap atlet," yakinnya.

Gus Muhaimin juga mengaku senang bisa beraudiensi dengan para punggawa Timnas Merah Putih yang di masa jayanya telah banyak mengharumkan naama bangsa di kancah internasional.

"Senang eang sekali ketemu para bintang, tentu pemain-pemain kebanggaan nasional yang punya banyak peran. Senang sekali ada Bung Firman, Bima Sakti, saya waktu itu saat menyaksikan sepak bola tepuk tangan saja. Saya sangat senang dan merasa terhormat," ungkapnya. [TIF]